Indeks dolar AS melemah ke area 99 pada perdagangan Kamis (21/05) setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam enam pekan. Pelemahan ini dipicu meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen tersebut mengurangi permintaan aset safe haven sekaligus menekan kekhawatiran inflasi global.
Presiden Donald Trump menyebut negosiasi dengan Iran telah memasuki tahap akhir, memunculkan harapan bahwa Selat Hormuz segera kembali dibuka untuk aktivitas pengiriman internasional. Prospek normalisasi jalur perdagangan energi membuat harga minyak dunia turun tajam sehingga tekanan inflasi diperkirakan ikut mereda. Kondisi ini juga mengurangi ekspektasi pasar terhadap langkah agresif bank sentral dalam menaikkan suku bunga.
Meski demikian, risalah pertemuan terbaru Federal Reserve menunjukkan sebagian besar pejabat The Fed masih membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan apabila inflasi tetap berada di atas target 2%. Saat ini pelaku pasar masih memperkirakan suku bunga akan ditahan hingga akhir tahun, namun probabilitas kenaikan pada Desember tetap berada di kisaran 50 persen. Situasi tersebut membuat pergerakan dolar AS diperkirakan tetap fluktuatif dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

Indeks dolar AS (DXY) masih bergerak dalam tekanan bearish setelah gagal mempertahankan kenaikan di area resistance 99.203. Pada grafik satu jam, muncul pola Change of Character (CHoCH) yang menandakan perubahan arah tren dari bullish menuju pelemahan. Harga saat ini juga tertahan di area golden ratio 99.000, sehingga peluang koreksi lanjutan masih cukup dominan selama belum mampu breakout ke atas resistance tersebut.
Secara teknikal, area 98.520 menjadi target penurunan terdekat apabila tekanan jual kembali meningkat. Jika level itu ditembus, DXY berpotensi melanjutkan pelemahan menuju support berikutnya di sekitar 98.345. Sementara itu, skenario penguatan baru akan terbuka apabila indeks dolar berhasil kembali menembus dan bertahan di atas zona supply sehingga momentum bullish dapat kembali terbentuk dalam jangka pendek.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.