Harga emas mulai bangkit pada perdagangan awal pekan akhir bulan Oktober 2026, setelah menemukan dukungan beli di bawah level psikologis US$4.000 per troy ons. Meski demikian, pergerakan logam mulia masih rentan karena harganya berada dekat level terendah tiga bulan di US$3.975. Pelaku pasar kini mencermati sejumlah agenda ekonomi penting yang berpotensi menentukan arah emas sepanjang pekan ini.
Fokus utama tertuju pada pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pada Kamis dini hari Waktu Indonesia Barat. Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75% – 4,00%, sehingga perhatian beralih pada pernyataan pejabat dan petunjuk kebijakan berikutnya. Kekhawatiran terhadap inflasi yang sulit mereda memperkuat peluang suku bunga bertahan tinggi lebih lama, kondisi yang berpotensi menekan daya tarik emas karena tidak memberikan imbal hasil.

Selain keputusan The Fed, data awal pertumbuhan ekonomi AS kuartal III dan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) akan menjadi perhatian investor. Laporan pendapatan perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Alphabet, dan Microsoft juga berpotensi memengaruhi sentimen pasar global. Jika data ekonomi dan inflasi menunjukkan ketahanan yang kuat, ekspektasi kebijakan moneter ketat dapat meningkat dan membatasi pemulihan harga emas.

Dalam beberapa pekan terakhir, emas kesulitan menguat meskipun imbal hasil obligasi pemerintah AS menurun dan ketidakpastian geopolitik meningkat. Lonjakan harga minyak justru memicu kekhawatiran inflasi, sehingga pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Untuk pekan ini, pergerakan XAU/USD akan bergantung pada hasil data ekonomi, nada kebijakan The Fed, dan respons harga di sekitar US$4.000. Jika tekanan berlanjut, emas berisiko menguji kembali area US$3.975, sedangkan perubahan ekspektasi suku bunga yang lebih dovish dapat membuka peluang pemulihan.
Analisis Teknikal XAUUSD H4: Potensi Rebound Singkat Menguji Area Resistance

Grafik XAUUSD pada kerangka waktu 4 jam memperlihatkan dominasi tekanan jual yang cukup kuat setelah harga menembus level penting (Break of Structure). Kondisi ini menandakan bahwa struktur pasar saat ini didominasi oleh tren menurun (bearish), membawa pergerakan harga menuju zona bawah di sekitar area $4.000. Meskipun demikian, momentum penurunan mulai tertahan di kisaran ekstensi Fibonacci, membuka ruang bagi pasar untuk bernapas sejenak.
Dalam jangka pendek, pergerakan harga berpotensi mengalami fase koreksi naik (rebound) untuk menguji kembali area resistance terdekat sebelum melanjutkan penurunan utamanya. Skenario pergerakan harga menunjukkan kemungkinan pantulan ke kisaran $4.030 hingga $4.070 sebagai area retracement ideal. Zona ini menjadi titik krusial bagi para pelaku pasar untuk memantau apakah dorongan jual akan kembali muncul secara dominan.
Jika pantulan harga gagal menembus area resistance krusial di $4.072 (level 0.0% Fibonacci) hingga $4.145 (50.0% Fibonacci), konfirmasi sinyal bearish akan semakin solid untuk menekan harga ke bawah. Penurunan lanjutan diperkirakan akan menguji area support terdekat di $4.032 (-27.2% Fibonacci) hingga support psikologis utama di level $3.981 (-61.8% Fibonacci). Apabila tekanan jual terus berlanjut tanpa perlawanan pembeli, target support terdalam teknikal berada di kisaran $3.925 (-100.0% Fibonacci).
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi