Harga emas naik lebih dari 1% di tengah perhatian investor terhadap prospek kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Penguatan ini mencerminkan perubahan sentimen pasar yang terus mencermati kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) serta arah suku bunga ke depan.
Pergerakan emas sangat dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga AS. Jika The Fed memberikan sinyal pelonggaran kebijakan, logam mulia berpotensi mendapat dukungan karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih rendah. Sebaliknya, kebijakan moneter yang ketat dapat membatasi kenaikan harga.
Selain itu, pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut menjadi faktor penting. Pelemahan dolar dapat membuat emas lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga berpotensi meningkatkan permintaan di pasar global. Ke depan, pelaku pasar akan mencermati pernyataan pejabat The Fed dan data ekonomi AS untuk mencari petunjuk arah kebijakan berikutnya. Meski momentum kenaikan mulai terlihat, volatilitas harga emas tetap perlu diwaspadai.
Analis UOB Group memperkirakan The Federal Reserve (The Fed) masih akan menaikkan suku bunga dua kali, yakni pada Desember 2026 dan kuartal I 2027, sebelum mempertahankannya hingga akhir 2027 seiring meredanya inflasi. Namun, risiko pengetatan kebijakan tetap terbuka jika kenaikan harga energi, tarif perdagangan, dan perkembangan teknologi AI membuat tekanan inflasi bertahan lebih lama.

Untuk pertemuan FOMC Oktober 2026, UOB tidak memperkirakan kenaikan suku bunga karena waktunya berdekatan dengan pemilu sela AS pada 3 November. Prospek suku bunga yang tetap tinggi berpotensi mendukung dolar AS, sekaligus menjadi tekanan bagi harga emas.
Prediksi Harga Emas (XAUUSD): Sinyal Breakout Buka Peluang Bullish ke 4.226

Pergerakan XAUUSD pada grafik 4 jam menunjukkan sinyal pembalikan arah yang cukup dominan setelah berhasil menembus garis tren garis resistansi (trendline breakout). Lonjakan impulsif hijau terkini menembus area koreksi dan mengonfirmasi Change of Character (CHoCH), menandakan bahwa tekanan jual telah melemah dan momentum pembeli mulai mengambil alih kendali pasar.
Secara teknikal, pergerakan bullish ini berpotensi mengalami retrakasi atau pullback terlebih dahulu menuju area support baru di kisaran 4.150 – 4.167 (-27.20% Fibonacci extension). Area retest ini menjadi zona krusial bagi para trader untuk mencari peluang entry buy dengan risiko yang terukur, sebelum harga melanjutkan kenaikannya menuju target berikutnya.
Apabila struktur pembalikan ini bertahan di atas garis invalidasi support pada level 4.066,053, pergerakan XAUUSD diperkirakan bakal melaju kencang mengejar target ekstensi Fibonacci 100% di level 4.226,260. Skenario bullish ini menawarkan risk-to-reward ratio yang menarik bagi para pelaku pasar selama zona penopang utama tidak ditembus.
Sebelum mengambil keputusan trading, pahami risiko, gunakan manajemen risiko yang disiplin, dan sesuaikan ukuran transaksi dengan kemampuan finansial Anda. Trading lebih terencana bersama Traze Andalan Futures, karena #LebihPasti dimulai dari keputusan yang bijak.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi