Harga emas kembali menarik minat pembeli selama tiga hari berturut-turut hingga menyentuh level tertinggi dalam lebih dari sepekan pada perdagangan awal pekan. Penurunan harga minyak mentah di tengah harapan meredanya ketegangan energi Rusia-Ukraina turut menekan kekhawatiran inflasi dan imbal hasil obligasi AS. Kondisi tersebut melemahkan Dolar AS sehingga memberikan dukungan bagi logam mulia, meskipun kenaikannya masih terbatas.
Di sisi lain, prospek kebijakan hawkish Federal Reserve (The Fed) menjadi penghambat penguatan lebih lanjut. Pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS masih berpotensi menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember 2026, dengan probabilitas sekitar 85% berdasarkan CME FedWatch Tool. Sikap tersebut mencerminkan kekhawatiran para pembuat kebijakan terhadap inflasi yang belum terkendali dan berpotensi menopang Dolar AS dalam jangka pendek.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga menjadi perhatian pasar setelah meningkatnya serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi serta memanasnya hubungan Washington dan Teheran. Kebuntuan diplomatik terkait pembukaan kembali Selat Hormuz mempertahankan premi risiko di pasar global. Situasi ini dapat meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai, tetapi penguatan Dolar AS berpotensi membatasi ruang kenaikannya.
Selanjutnya, perhatian investor tertuju pada rilis Indeks Harga Produsen (IHP) dan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pada Rabu dan Kamis, serta pidato Ketua The Fed Kevin Warsh pada Jumat. Data inflasi dan pernyataan pejabat bank sentral akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan moneter berikutnya. Dalam kondisi tersebut, pergerakan XAU/USD berpeluang tetap fluktuatif. Trader sebaiknya menunggu konfirmasi arah harga, menerapkan manajemen risiko, dan mempertimbangkan setiap keputusan berdasarkan analisis yang terukur.
Analisis Teknikal Emas (XAUUSD): Bersiap Loncat Menuju Target Baru!

Pergerakan XAUUSD pada grafik harian (1D) memperlihatkan penyelesaian pola koreksi Elliot Wave struktur ABC di sekitar zona Golden Ratio 78,6%. Setelah fase konsolidasi yang cukup panjang, harga kini mulai keluar dari saluran penurunan (falling channel) dan mengindikasikan awal mulanya gelombang dorongan naik baru (Potensi Impulse Bulls).
Skenario bullish ini berpotensi membawa pergerakan harga menguji resisten terdekat pada Fibonacci 61,8% di kisaran 4.241,23. Jika momentum kenaikan bertahan kuat, target utama berikutnya diproyeksikan melonjak hingga mencapai puncak tertinggi di kisaran 4.696,08.
Bagi para pelaku pasar yang memanfaatkan peluang ini, tingkat risiko perlu dijaga dengan cermat. Penempatan batas Invalidasi Level berada pada angka 3.960,08 untuk melindungi modal trading apabila terjadi pembalikan tren secara mendadak.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi