Harga perak bertahan di bawah level $78 per ounce pada Rabu (22/04) setelah mengalami penurunan tajam hampir 4% pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini dipicu oleh gagalnya rencana putaran kedua negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun Presiden Donald Trump memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata. Ketidakpastian geopolitik kembali menekan pasar logam mulia, membuat investor cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi.
Situasi semakin rumit setelah Wakil Presiden JD Vance dilaporkan membatalkan kunjungan ke Islamabad untuk pembicaraan lanjutan. Keputusan ini diambil setelah Iran menyampaikan melalui Pakistan bahwa mereka tidak akan menghadiri pertemuan tersebut. Selain itu, Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama Angkatan Laut AS masih melakukan intersepsi kapal, sehingga meningkatkan ketegangan di jalur perdagangan energi global.
Di sisi lain, tekanan terhadap harga perak juga datang dari faktor domestik AS, khususnya dari sidang konfirmasi calon Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh. Ia menegaskan komitmennya untuk bertindak independen serta mendorong kerangka kebijakan baru guna mengatasi inflasi yang berkepanjangan. Namun, kurangnya detail kebijakan membuat pasar tetap waspada, sementara harga perak tercatat telah turun sekitar 17% sejak konflik dimulai.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan fase konsolidasi setelah tekanan turun yang cukup tajam. Harga sempat memantul dari area support sekitar 76.10 – 76.20, lalu membentuk struktur rebound menuju zona keseimbangan di kisaran 77.00. Area ini kini menjadi zona buy yang cukup krusial, karena berpotensi menjadi pijakan lanjutan untuk kenaikan selama tidak ditembus kembali ke bawah. Pola pergerakan juga mengindikasikan kemungkinan pembentukan higher low, yang sering menjadi sinyal awal perubahan arah jangka pendek.
Jika momentum beli mampu bertahan, harga berpeluang menguji resistance terdekat di sekitar 79.30 hingga 80.40 sebagai target kenaikan berikutnya. Namun, skenario ini tetap bergantung pada kekuatan volume dan reaksi harga di area konfirmasi. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali dominan dan harga turun menembus support 76.10, maka bias bullish akan gugur dan membuka ruang pelemahan lebih dalam. Dengan kondisi ini, pelaku pasar perlu fokus pada reaksi harga di zona kunci untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.