Harga minyak mentah WTI bertahan di atas $89 per barel pada perdagangan Rabu (22/04) setelah melonjak lebih dari 2% pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama setelah negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran kembali mengalami kebuntuan. Situasi semakin kompleks karena jalur pengiriman energi global melalui Selat Hormuz masih belum kembali normal, memicu kekhawatiran pasar terhadap kelancaran distribusi pasokan minyak dunia.
Laporan terbaru menyebutkan Wakil Presiden AS JD Vance membatalkan kunjungan diplomatik ke Islamabad setelah Iran menyampaikan penolakan untuk menghadiri perundingan. Di sisi lain, Teheran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama aktivitas intersepsi kapal oleh Angkatan Laut AS masih berlangsung. Presiden Donald Trump juga memperpanjang gencatan senjata, sembari menilai kondisi kepemimpinan Iran sedang terpecah dan menunggu proposal terpadu sebagai langkah penyelesaian konflik.
Tekanan terhadap pasokan energi global terus meningkat seiring berlanjutnya konflik, yang berpotensi memicu ketidakseimbangan pasar. Estimasi terbaru menunjukkan penurunan permintaan minyak telah mendekati 4 juta barel per hari dan bisa meningkat hingga 5 juta barel per hari, setara sekitar 5% dari pasokan global. Dampak terbesar diperkirakan akan dirasakan di kawasan Asia, sehingga pelaku pasar perlu mencermati perkembangan ini sebagai faktor utama dalam menentukan arah harga minyak ke depan.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI pada timeframe 1 jam menunjukkan perubahan struktur setelah keluar dari pola kanal turun. Breakout ini mengindikasikan potensi pembalikan arah menuju tren naik jangka pendek, didukung oleh momentum bullish yang mulai terbentuk. Area sekitar 87.60 menjadi zona beli menarik karena berdekatan dengan level retracement penting, sekaligus berfungsi sebagai support dinamis yang menjaga peluang kenaikan tetap terbuka.
Target kenaikan terdekat berada di kisaran 91.60 hingga 93.35, yang menjadi area resistensi sekaligus titik ambil profit potensial. Namun, skenario bullish akan batal jika harga turun menembus 85.17 karena menandakan lemahnya tekanan beli. Dengan memperhatikan manajemen risiko dan konfirmasi pergerakan harga, strategi ini memberi peluang trading yang lebih terukur dalam kondisi pasar minyak yang fluktuatif.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.