Harga minyak mentah turun ke bawah US$71 per barel pada Jumat (26/06), menghapus penguatan sesi sebelumnya. Pelaku pasar mencermati meningkatnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz meski sebuah kapal dilaporkan terkena proyektil tak dikenal di lepas pantai Oman, yang kembali memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur distribusi energi dunia.
Insiden tersebut meningkatkan risiko gangguan pasokan karena muncul kekhawatiran Iran dapat memperketat kendali atas lalu lintas di Selat Hormuz. Sejumlah kapal komersial bahkan memilih berbalik arah, sehingga menimbulkan ketidakpastian terhadap kemajuan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Meski demikian, pembahasan mengenai isu penting seperti kebijakan nuklir diperkirakan masih akan berlangsung cukup lama.
Di sisi lain, arus pengiriman minyak dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz justru mencapai level tercepat sejak konflik dimulai. Produsen minyak di Timur Tengah juga terus meningkatkan produksi walaupun menghadapi keterbatasan kapal tanker untuk mengangkut tambahan pasokan. Tekanan tersebut membuat WTI berpotensi mencatat penurunan mingguan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI masih bergerak dalam tekanan setelah gagal mempertahankan penguatan di area order block dan kembali turun di bawah level Change of Character (CHoCH) sekitar 71,157. Selama harga tetap berada di bawah area resistensi 71,681, peluang penurunan masih lebih besar. Struktur pergerakan saat ini menunjukkan dominasi penjual, sehingga potensi koreksi lanjutan tetap terbuka.
Jika tekanan jual berlanjut, harga berpeluang menguji target pertama di 69,948. Apabila level tersebut ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju 68,789 yang berada di kawasan demand zone sebagai target berikutnya. Sebaliknya, kenaikan di atas 71,681 akan membatalkan skenario bearish dan membuka peluang perubahan arah menuju area resistensi yang lebih tinggi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi