Harga emas merosot di bawah US$4.200 per ons pada Rabu (10/06) dan menyentuh level terendah sejak 23 Maret. Pelemahan ini terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran menyusul jatuhnya helikopter militer AS, yang memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi global.
Eskalasi konflik di Timur Tengah menimbulkan keraguan terhadap keberlangsungan gencatan senjata yang sebelumnya rapuh serta peluang tercapainya kesepakatan damai yang lebih luas. Situasi tersebut juga memperpanjang hampir seluruh penutupan Selat Hormuz, jalur penting perdagangan energi dunia, sehingga mendorong kenaikan biaya energi dan memperbesar risiko tekanan harga yang berkepanjangan.
Di sisi lain, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve. Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan turut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral masih berpeluang menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun, kondisi yang cenderung memberikan tekanan tambahan bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada grafik 1 jam masih menunjukkan dominasi tekanan jual setelah penurunan tajam yang membentuk weak low baru di area 4.173. Harga berpeluang mengalami rebound teknikal menuju zona koreksi 61,8% Fibonacci di sekitar 4.235 sebelum kembali menghadapi tekanan. Area 4.235–4.274 menjadi wilayah krusial karena berfungsi sebagai resistance sekaligus titik invalidasi skenario bearish apabila ditembus secara konsisten.
Selama harga bertahan di bawah 4.274, peluang penurunan masih lebih besar dengan target pertama di kisaran 4.145 dan target berikutnya menuju area 4.110. Struktur lower high dan garis tren menurun mengindikasikan sentimen pasar tetap negatif dalam jangka pendek. Oleh karena itu, pelaku pasar dapat mencermati potensi penolakan harga di zona koreksi sebagai sinyal kelanjutan tren turun menuju level support berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.