HomeMarket NewsWTI Terkoreksi, Gejolak Timur Tengah Mengintai

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah setelah mencatat kenaikan selama dua sesi berturut-turut, bergerak di sekitar US$92,60 per barel pada perdagangan Asia, Jumat (25/09). Tekanan muncul setelah laporan menyebut Amerika Serikat dan Iran mempertimbangkan kesepakatan bertahap untuk membuka kembali Selat Hormuz serta mengakhiri blokade terhadap pelabuhan Iran. Upaya diplomasi tersebut dilaporkan berlangsung dengan mediasi Qatar di sela-sela Sidang Umum PBB.

Meski peluang negosiasi mulai terbuka, Washington dan Teheran masih mempertahankan tuntutan masing-masing. Iran ingin tetap memiliki kendali atas Selat Hormuz dan meminta tekanan militer serta blokade pelabuhan dihentikan, sementara Gedung Putih menyatakan Presiden Donald Trump masih terbuka terhadap pembicaraan. Perbedaan sikap tersebut membuat prospek penyelesaian konflik masih menjadi perhatian pelaku pasar energi.

Di sisi lain, risiko geopolitik dapat kembali memberikan dorongan terhadap harga minyak. Ketegangan meningkat setelah kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran meluncurkan rudal ke sejumlah wilayah Arab Saudi, termasuk Yanbu dan Taif. Koalisi yang dipimpin Saudi menyatakan telah mencegat enam rudal balistik tersebut, sehingga perkembangan konflik Timur Tengah berpotensi menjadi faktor penting bagi arah WTI selanjutnya.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga Minyak Mentah WTI (USOIL) pada kerangka waktu H1 menunjukkan indikasi pelemahan setelah tertahan di bawah Invalidasi Resistance 95,593. Terbentuknya pola Change of Character (CHoCH) mengonfirmasi pergeseran momentum menuju tren turun, dengan area koreksi di kisaran 93,522 menjadi zona krusial bagi para penjual untuk mengambil alih kendali pasar. Rebound terbatas ke area resistance ini memberikan peluang entri sell berisiko terukur sebelum harga melanjutkan penurunan.

Apabila penolakan harga di zona koreksi tersebut terkonfirmasi, penurunan berpotensi berlanjut menuju Area Target pertama di level 90,564 dan berpeluang menembus hingga kisaran 88,955 (Weak Low). Skenario bearish ini akan terinvalidasi jika pergerakan merambat naik dan menembus batas Invalidasi Resistance 95,593. Manajemen risiko yang disiplin sangat disarankan untuk mengantisipasi lonjakan volatilitas akibat dinamika geopolitik global.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze