Harga emas masih kesulitan melanjutkan pemulihan setelah menyentuh level terendah mingguan. Pada perdagangan Asia Jumat (25/09), harga emas bergerak di bawah US$4.300 per troy ons karena Dolar AS kembali menguat dan membuat aset safe haven ini kehilangan daya tarik.
Sikap hawkish Federal Reserve menjadi salah satu pemicu kenaikan imbal hasil obligasi AS ke level tertinggi dalam beberapa tahun. Kekhawatiran terhadap inflasi yang dipicu oleh energi turut memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang ketat, sehingga Indeks Dolar AS bertahan di sekitar level tertinggi dua bulan.
Kondisi tersebut menjadi tekanan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil. Pelaku pasar kini perlu mencermati arah Dolar AS dan yield Treasury untuk melihat peluang pergerakan berikutnya. Selama tekanan dari kedua faktor tersebut masih kuat, ruang pemulihan emas berpotensi tetap terbatas.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAU/USD pada grafik M15 menunjukkan indikasi pembalikan arah setelah berhasil memantul dari area Support kuat di level 4.264,420 melalui pembentukan pola Double Bottom. Struktur Change of Character (ChoCh) yang terbentuk mengonfirmasi adanya peralihan momentum dari bearish ke bullish, membuka peluang koreksi naik menuju area Golden Ratio Fibonacci 61,8% di kisaran 4.276,529 hingga Demand Zone terdekat. Area koreksi ini menjadi pijakan potensial bagi para pelaku pasar untuk mencari posisi buy berisiko terukur.
Jika pantulan harga di area Golden Ratio terkonfirmasi, target kenaikan berikutnya berpotensi menguji Target 1 pada level 4.296,119 dan berlanjut menuju Target 2 di area 4.304,742. Kendati demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat pergerakan dapat terinvalidasi apabila harga menembus di bawah Invalidasi Support 4.264,420. Pembatasan risiko secara ketat sangat disarankan guna mengantisipasi volatilitas serta tekanan dolar yang sewaktu-waktu dapat kembali menekan laju kenaikan komoditas ini.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi