Harga minyak WTI melemah ke sekitar US$89,10 per barel pada sesi Asia Kamis (01/10), setelah mencatat kenaikan moderat sehari sebelumnya. Tekanan muncul ketika investor menimbang pemulihan arus minyak di Timur Tengah dengan kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang masih berlangsung.
Pasokan kawasan mulai mendekati level sebelum perang setelah Arab Saudi memulihkan separuh kapasitas pipa Timur-Barat. Kondisi tersebut mendorong arus minyak melalui Selat Hormuz meningkat menjadi 13,2 juta barel per hari, sehingga meredakan sebagian kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global.
Meski demikian, ruang penurunan WTI masih berpotensi terbatas karena keberlanjutan pemulihan belum sepenuhnya terjamin tanpa kesepakatan jangka panjang. Iran telah menerima proposal AS terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, sementara OPEC+ diperkirakan mempertahankan kuota produksi November dalam pertemuan akhir pekan mendatang.
OPINI ANALIS TRAZE
Analisis Teknikal Minyak Mentah WTI: Peluang Sell on Rally Menuju Area $87
Grafik harga minyak mentah WTI (USOILSPOT) pada kerangka waktu 30 menit mengindikasikan pergantian tren menuju bearish setelah mengonfirmasi pola Change of Character (CHoCH). Momentum penurunan ini membuka peluang bagi para trader untuk memanfaatkan strategi sell on rally saat pergerakan harga mengalami retracement ke sekitar Area Koreksi 89.334. Selama kenaikan terbatas di bawah level Invalidasi Resistance 89.676, skenario pelemahan tetap memegang kendali pasar secara penuh.
Potensi penurunan berlanjut menuju Target 1 di level 88.160 sebagai batas pengujian awal. Jika tekanan jual terus mendominasi, pergerakan diperkirakan menembus area weak low hingga mencapai Target 2 pada posisi 87.669. Bagi para pelaku pasar, menjaga disiplin manajemen risiko serta memperhitungkan level batas kerugian menjadi kunci utama dalam mengeksekusi peluang teknikal ini.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi