Harga emas berusaha menahan tekanan jual dan bergerak di sekitar US$4.150 pada perdagangan Asia, Kamis (01/10). Logam mulia ini sebelumnya gagal mempertahankan penguatan setelah mengalami penolakan di atas US$4.200, sehingga momentum kenaikan mulai kehilangan tenaga.
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis dalam waktu dekat. Angka-angka tersebut berpotensi memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi sekaligus arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Selain data makroekonomi, pernyataan para pejabat The Fed juga menjadi sorotan untuk mencari petunjuk terkait peluang kenaikan suku bunga pada Oktober. Jika nada kebijakan semakin hawkish, emas berpotensi menghadapi tekanan lanjutan karena daya tarik aset tanpa imbal hasil dapat berkurang.
OPINI ANALIS TRAZE
Analisis Teknikal XAU/USD: Peluang Rebound Menuju Area Resistance Utama
Pergerakan XAU/USD pada grafik 15 menit menunjukkan potensi pembalikan arah positif setelah membentuk pola Change of Character (CHoCH) dari struktur bearish sebelumnya. Para pelaku pasar kini mengamati zona koreksi di level 4.156,434 sebagai tempat potensial untuk pembentukan pijakan buy. Jika pergerakan berhasil tertahan di atas batas invalidasi support 4.139,313, momentum dorongan naik diperkirakan akan tetap solid.
Target kenaikan jangka pendek diproyeksikan menuju Target 1 di kisaran 4.179,907. Apabila tekanan beli berlanjut dengan volume yang memadai, sasaran berikutnya berpeluang menjangkau Target 2 pada level 4.193,035. Namun, para trader disarankan untuk tetap disiplin menerapkan manajemen risiko, mengingat penembusan ke bawah area invalidasi akan membatalkan skenario bullish tersebut.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi