Pasangan mata uang utama bergerak relatif tenang pada perdagangan terakhir kuartal ketiga, tetapi volatilitas berpotensi meningkat setelah rilis sejumlah data penting Amerika Serikat. Investor akan mencermati laporan ketenagakerjaan ADP September, revisi akhir PDB kuartal kedua, serta indeks PCE Agustus yang menjadi salah satu acuan inflasi utama bagi Federal Reserve (The Fed).
Sebelumnya, data JOLTS menunjukkan lowongan pekerjaan AS turun menjadi 7,07 juta pada Agustus dari 7,33 juta bulan sebelumnya, di bawah perkiraan 7,23 juta. Keyakinan konsumen juga melemah ke 81,9 dari 88,6, sementara indeks ekspektasi turun menjadi 63,6. Serangkaian data tersebut menggambarkan perlambatan pada pasar tenaga kerja dan sentimen rumah tangga, meski Indeks Dolar AS (DXY) tetap bertahan positif setelah komentar hawkish dari Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee.
Fokus pasar kini beralih pada arah inflasi dan prospek suku bunga The Fed. Goolsbee menyoroti risiko inflasi yang masih persisten serta potensi overheating akibat pertumbuhan produktivitas berbasis AI. Strategi OCBC juga menilai Dolar AS masih berpeluang menguat secara moderat hingga akhir tahun, tetapi memperingatkan bahwa ekspektasi pengetatan kebijakan moneter mungkin sudah terlalu agresif. Karena itu, pertumbuhan upah, inflasi sewa, dan data PCE akan menjadi penentu penting bagi arah USD berikutnya.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan Indeks Dolar AS (DXY) pada grafik harian saat ini tertahan di sekitar area resistensi krusial 100.8 – 101.6. Jika momentum penguatan berlanjut dan berhasil menembus zona merah tersebut, harga berpotensi melanjutkan bullish rally menuju target Fibonacci proyeksi berikutnya di kisaran 103.3.
Sebaliknya, apabila tekanan jual menahan laju kenaikan di batas resistensi ini, DXY berisiko mengalami koreksi teknikal. Penurunan berpeluang menguji kembali area support terdekat pada level 100.2 hingga garis upward trendline di kisaran 99.0.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi