Harga minyak WTI kembali menguat ke sekitar US$97,70 per barel setelah mencatat penurunan selama tiga hari berturut-turut. Penguatan ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik setelah serangan drone menghantam ladang minyak Shaybah milik Saudi Aramco dan menimbulkan korban jiwa. Situasi tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan fasilitas energi serta potensi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Risiko geopolitik juga datang dari hubungan Amerika Serikat dan Iran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran masih membuka peluang diplomasi jika Washington menunjukkan keseriusan untuk mengakhiri konflik. Di sisi lain, serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur minyak Rusia turut menambah tekanan terhadap pasar energi global karena berpotensi mengganggu distribusi produk olahan dan ekspor Moskow.
Meski ancaman pasokan semakin besar, kenaikan harga minyak WTI masih menghadapi hambatan dari meningkatnya produksi dan ekspor. Pengiriman minyak Arab Saudi pada Agustus naik 7,9% ke level tertinggi sejak Maret, sementara pasokan tambahan dari Rusia juga berpotensi masuk ke pasar. Dengan kondisi tersebut, harga minyak masih berada di antara dua kekuatan utama: risiko geopolitik yang menjaga premi risiko tetap tinggi dan pasokan global yang berpotensi membatasi ruang kenaikan.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisa Teknikal WTI Oil: Peluang Bullish Menuju Target Resistance
Berdasarkan grafik harian USOIL / WTI Crude Oil, pergerakan harga menunjukkan potensi kenaikan lanjutan setelah sukses memantul dari area koreksi di kisaran 97.11. Struktur pasar mengindikasikan dominasi pembeli yang didukung oleh level support valid pada 96.04 sebagai batas pengaman risiko.
Lonjakan harga ini diproyeksikan menguji target pertama di level 99.64, sebelum melanjutkan reli menuju target kedua di area 100.63. Trader disarankan untuk tetap memperhatikan manajemen risiko dengan cermat guna mengantisipasi volatilitas pasar energi global yang dinamis.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi