Harga emas kembali tertekan pada perdagangan Kamis (22/10), bergerak mendekati level terendah dalam sepekan setelah penurunan pada sesi sebelumnya. Tekanan muncul karena pasar semakin memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, terutama setelah kenaikan harga minyak memperkuat kekhawatiran terhadap inflasi.
Aset safe haven tanpa imbal hasil seperti emas cenderung kurang menarik ketika prospek kebijakan moneter menjadi lebih ketat. Di sisi lain, turunnya imbal hasil obligasi AS memberikan sedikit ruang bagi logam mulia untuk bertahan, sementara ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor pendukung permintaan.
Perhatian pasar kini tertuju pada level US$4.100 per troy ons. Jika tekanan jual berlanjut, area tersebut berpotensi menjadi titik penting bagi pergerakan harga emas, sedangkan kemampuan emas bertahan di atasnya dapat membuka peluang pemulihan ketika sentimen terhadap dolar AS dan suku bunga mulai mereda.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisa Teknikal XAUUSD: Peluang Bullish Emas Menuju Level 4.143 Berdasarkan Area Koreksi 4H
Pergerakan grafik XAUUSD pada timeframe 4 jam menunjukkan pola konsolidasi sehat di dalam tren naik setelah harga memantul dari zona strong low di kisaran 4.063. Berdasarkan struktur market structure terkini, aset safe haven ini sedang melakukan fase pullback menuju area koreksi antara 4.063 hingga 4.083 sebelum melanjutkan penguatan lanjutan. Pelaku pasar dapat memanfaatkan momentum penurunan sementara ini untuk mencari titik masuk posisi beli secara optimal.
Strategi trading ideal menargetkan kenaikan harga mendekati resisten penting pada level 4.143, dengan catatan batas invalidasi ditempatkan di bawah support 4.063 guna mengantisipasi risiko pembalikan arah. Disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi volatilitas logam mulia ini agar profitabilitas terjaga secara maksimal.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi