Harga Perak melemah untuk dua sesi berturut-turut dan bergerak di sekitar US$56,80 per troy ons pada perdagangan Asia, Kamis (22/10). Tekanan terhadap logam mulia ini muncul ketika lonjakan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed dapat mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, perak cenderung kurang menarik ketika prospek suku bunga tinggi semakin kuat.
Gejolak geopolitik turut menambah tekanan bagi perak. Serangan drone terhadap ladang minyak Shaybah milik Saudi Aramco serta serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan pasokan minyak global. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran juga menjadi perhatian pasar, terutama setelah Teheran kembali membuka peluang diplomasi dengan syarat Washington menunjukkan komitmen serius untuk mengakhiri konflik.
Menjelang pertemuan Federal Reserve pekan depan, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga. CME FedWatch menunjukkan peluang sekitar 84% The Fed mempertahankan suku bunga, sementara ekspektasi kenaikan pada Desember mencapai sekitar 90%. Kombinasi harga energi yang tinggi, risiko inflasi, dan prospek kebijakan moneter lebih ketat membuat harga perak menghadapi tantangan, meski ketidakpastian geopolitik tetap berpotensi menjaga permintaan terhadap aset logam mulia.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis Teknikal Perak (XAGUSD): Potensi Rebound dari Zone Rejection
Grafik perak kerangka waktu 1 jam menunjukkan pergerakan harga yang sedang terkoreksi menuju Area Potensi Rejection di kisaran 56.11 hingga 55.53. Skenario ini membuka peluang bagi pembeli untuk mengambil alih kendali pasar, selama level invalidasi support pada 55.53 tetap terjaga dengan aman dari tekanan penembusan.
Apabila pantulan bullish terkonfirmasi di zona penopang tersebut, pergerakan diperkirakan akan melesat menuju Area Target pertama pada kisaran 57.61. Akselerasi penguatan lebih lanjut berpotensi menguji resistensi utama berikutnya di level 58.11.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi