Harga perak mulai stabil di atas US$61 per troy ons pada Rabu (30/09) setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir. Penurunan harga minyak mentah memberikan sedikit dukungan bagi logam mulia karena meredanya kekhawatiran pasokan energi dari Timur Tengah serta pelepasan cadangan darurat AS dalam jumlah besar.
Namun, pergerakan perak masih dibayangi kenaikan imbal hasil Treasury AS. Yield obligasi 30 tahun bahkan menyentuh 5,62%, level tertinggi sejak Juni 2002. Kekhawatiran terhadap inflasi yang dipicu energi, ditambah pernyataan hawkish pejabat Federal Reserve, membuat tekanan terhadap aset tanpa imbal hasil seperti perak tetap kuat.
Presiden New York Fed John Williams menyebut kenaikan suku bunga lain pada akhir tahun dapat menjadi langkah yang tepat, sementara konflik Timur Tengah dan perkembangan kecerdasan buatan dinilai masih berpotensi menjaga inflasi tetap tinggi. Dengan tekanan tersebut, harga perak berisiko mencatat penurunan hampir 8% sepanjang September, menandakan tantangan besar bagi harga perak memasuki perdagangan berikutnya.
OPINI ANALIS TRAZE
Analisis Teknikal USOIL: Potensi Koreksi Menuju Supply Zone Sebelum Lanjutkan Penurunan
Pergerakan harga minyak mentah WTI (USOIL) pada kerangka waktu 30 menit mengonfirmasi dominasi tren bearish pasca penembusan Break of Structure (BOS). Saat ini, grafik menunjukkan potensi kenaikan sementara (pullback) menuju area Golden Ratio Fibonacci 61,8% di kisaran 89,376, yang selaras dengan Supply Zone. Retracement ini menjadi zona ideal bagi para pelaku pasar untuk memanfaatkan momentum jual (Sell on Rally) sebelum tren penurunan berlanjut kembali.
Apabila penolakan harga terjadi di area resistensi tersebut, USOIL diproyeksikan merosot menuju Target 1 di level 87,586 (Weak Low) dan berpeluang berlanjut hingga Target 2 di kisaran 86,798. Namun, batasi risiko dengan memasang Stop Loss di atas Invalidasi Resistance 90,483. Penembusan di atas batas tersebut akan membatalkan skenario bearish dan membuka peluang pembalikan arah naik.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi