Harga minyak mentah kembali berada di bawah US$90 per barel pada perdagangan Rabu (30/09) setelah merosot tajam pada sesi sebelumnya. Tekanan muncul seiring membaiknya aliran energi dari Timur Tengah yang mulai meredakan kekhawatiran terhadap pasokan global. Rata-rata ekspor minyak kawasan tersebut selama 10 hari terakhir telah pulih ke 17,5 juta barel per hari, atau sekitar 98% dari level sebelum perang.
Pemulihan distribusi terlihat setelah Arab Saudi kembali menyalurkan minyak melalui pipa East-West dengan kapasitas sekitar setengahnya. Pada saat yang sama, arus pengiriman melalui Selat Hormuz tetap berjalan, membantu menjaga ketersediaan pasokan. Dari Amerika Serikat, pemerintah juga berencana melepas hingga 40 juta barel dari cadangan strategis untuk menekan lonjakan harga bahan bakar. Data industri turut menunjukkan persediaan minyak mentah AS bertambah sekitar 1 juta barel pekan lalu.
Meski tekanan pasokan mulai mereda, harga WTI masih berada dalam jalur kenaikan bulanan untuk bulan ketiga berturut-turut. Konflik berkepanjangan antara AS dan Iran serta gangguan distribusi yang meluas tetap menjadi faktor pendukung bagi pasar energi. Pergerakan berikutnya akan bergantung pada perkembangan geopolitik sekaligus seberapa cepat pasokan global kembali normal.
OPINI ANALIS TRAZE
Analisis Teknikal USOIL: Potensi Koreksi Menuju Supply Zone Sebelum Lanjutkan Penurunan
Pergerakan harga minyak mentah WTI (USOIL) pada kerangka waktu 30 menit mengonfirmasi dominasi tren bearish pasca penembusan Break of Structure (BOS). Saat ini, grafik menunjukkan potensi kenaikan sementara (pullback) menuju area Golden Ratio Fibonacci 61,8% di kisaran 89,376, yang selaras dengan Supply Zone. Retracement ini menjadi zona ideal bagi para pelaku pasar untuk memanfaatkan momentum jual (Sell on Rally) sebelum tren penurunan berlanjut kembali.
Apabila penolakan harga terjadi di area resistensi tersebut, USOIL diproyeksikan merosot menuju Target 1 di level 87,586 (Weak Low) dan berpeluang berlanjut hingga Target 2 di kisaran 86,798. Namun, batasi risiko dengan memasang Stop Loss di atas Invalidasi Resistance 90,483. Penembusan di atas batas tersebut akan membatalkan skenario bearish dan membuka peluang pembalikan arah naik.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi