Harga perak bergerak turun menuju US$61 per troy ons pada Rabu (07/10), memangkas kenaikan sesi sebelumnya. Tekanan muncul setelah harga minyak kembali menguat akibat meningkatnya risiko gangguan pasokan energi di Timur Tengah. Situasi tersebut memicu kekhawatiran inflasi dan berpotensi memengaruhi arah suku bunga.
Ketegangan di kawasan semakin menjadi perhatian setelah Iran meningkatkan serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz, sementara pasukan Arab Saudi masih terlibat bentrokan dengan kelompok Houthi. Di sisi lain, imbal hasil Treasury AS bertahan di level tinggi seiring kekhawatiran inflasi yang sulit mereda, risiko fiskal, serta meningkatnya penerbitan utang terkait industri kecerdasan buatan.

Meski demikian, peluang Federal Reserve mempertahankan suku bunga bulan ini kini mencapai 80% setelah pertumbuhan tenaga kerja AS pada September berada di bawah perkiraan dan data payroll dua bulan sebelumnya direvisi turun. Pelaku pasar selanjutnya menantikan risalah rapat The Fed untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter dan potensi pergerakan harga perak berikutnya.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis Teknikal Perak (XAGUSD): Potensi Penurunan Menuju Zona Support 60.00
Pergerakan harga XAGUSD pada kerangka waktu 1 jam menunjukkan sinyal bearish setelah mengalami penolakan di area puncak. Investor saat ini menantikan retest ke batas Area Koreksi di kisaran 61.2753 untuk membuka peluang penjualan yang lebih terukur. Selama harga bertahan di bawah zona tersebut, tekanan jual diperkirakan kembali mendominasi pasar.
Proyeksi pelemahan ini mengincar Target 1 pada level 60.3703 dan Target 2 di sekitar 60.0435 sebagai area penyelesaian gelombang. Kendati demikian, para pelaku pasar perlu mewaspadai titik Invalidasi Resistance pada 61.8282. Jika batas atas tersebut berhasil ditembus, maka skenario penurunan ini dinyatakan gugur dan tren berpotensi berbalik naik.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi