Harga perak melemah di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak. Ketegangan konflik AS–Iran kembali menjadi perhatian pasar karena berpotensi mengganggu pasokan energi dan mendorong biaya lebih tinggi, sehingga menekan daya tarik logam mulia tersebut.
Tekanan terhadap perak semakin kuat seiring dolar AS yang menguat dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang meningkat. Pernyataan hawkish dari pejabat Federal Reserve (The Fed) turut memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan moneter ketat masih dapat bertahan lebih lama, sehingga membatasi ruang penguatan aset tanpa imbal hasil seperti perak.
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS September yang akan di rilis pada malam ini. Data ketenagakerjaan tersebut berpotensi menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed berikutnya. Hasil yang lebih kuat dapat menopang dolar dan yield, sementara data yang melemah berpotensi meningkatkan ekspektasi pelonggaran moneter serta memberi ruang bagi harga perak untuk pulih.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada grafik 30 menit mengindikasikan potensi pelemahan setelah keluar dari pola konsolidasi symmetrical triangle. Pelaku pasar dapat mengamati peluang aksi jual (short) saat grafik melakukan retest ke area Golden Ratio Fibonacci di kisaran level 60.8142. Proyeksi bearish ini tetap berlaku selama pergerakan tidak menembus batas atas Invalidasi Resistance di level 61.2000.
Apabila penolakan harga terjadi di area koreksi tersebut, tekanan jual diperkirakan akan mendorong komoditas ini menuju target batas bawah. Sasaran penurunan pertama (Target 1) berada di kisaran 60.1901, dengan potensi pelemahan berlanjut menembus area Demand Zone hingga mencapai Target 2 di level 59.9153. Skenario ini menawarkan rasio risiko dan potensi keuntungan yang proporsional bagi para trader.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi