Harga minyak mentah kembali melemah menuju US$90 per barel pada awal pekan, meski ketegangan di Timur Tengah terus meningkat. Investor mencermati perkembangan konflik di Yaman setelah pasukan yang didukung Arab Saudi melancarkan operasi militer untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi. Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran jalur distribusi minyak di kawasan.
Di sisi lain, OPEC+ sepakat mempertahankan kuota produksi minyak untuk bulan depan. Keputusan ini diambil ketika gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah masih berlangsung dan harga energi kembali mendekati US$100 per barel. Pasar juga menghadapi lonjakan harga diesel yang mencapai rekor tinggi, menambah tekanan terhadap biaya energi global.
Ketidakpastian pasokan membuat prospek harga minyak tetap sulit diprediksi. Penguasaan Bab el-Mandeb, jalur strategis antara Laut Merah dan Teluk Aden, berpotensi mengganggu arus perdagangan energi. Di tengah kondisi tersebut, negara-negara G7 mulai melepas cadangan minyak darurat untuk membantu menjaga ketersediaan pasokan selama konflik masih berlanjut.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak mentah WTI (USOIL) timeframe 30 menit memperlihatkan potensi pembalikan arah naik setelah menyelesaikan fase penurunan dari area resistance 92.50. Pergerakan komoditas ini diproyeksikan bakal mengalami penurunan singkat terlebih dahulu menuju kisaran area koreksi di level 88.010 sebelum melanjutkan reli. Titik pembatasan risiko ditetapkan cukup ketat pada level 87.289 (Invalidasi Support/Weak Low) guna mengantisipasi kegagalan skenario bullish tersebut.
Apabila zona pembalikan berhasil menahan laju tekanan jual, target kenaikan pertama diproyeksikan menguji level 90.117. Keberhasilan melampaui hambatan awal tersebut membuka jalan lebar bagi pembeli untuk membawa harga melesat lebih jauh mengejar target sekunder pada level 90.915. Skenario transaksi ini menawarkan rasio imbal hasil dibanding risiko yang sangat ideal bagi para pelaku pasar.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi