Harga emas kembali melemah dan menyentuh level terendah sejak awal Agustus pada perdagangan Jumat (23/10). Tekanan jual meningkat setelah kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak mendorong pasar memperkirakan The Fed masih berpeluang menaikkan suku bunga pada Desember. Kondisi ini membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik.
Menariknya, pelemahan emas terjadi meski imbal hasil obligasi AS turun tajam dan Dolar AS masih berada dalam tekanan. Artinya, sentimen terhadap logam mulia belum cukup kuat untuk mendorong pembelian, sementara pelaku pasar masih lebih fokus pada risiko inflasi dan arah kebijakan moneter AS.
Secara keseluruhan, penurunan di bawah area support perdagangan sebelumnya memperkuat tekanan bearish. Level psikologis US$4.000 kini menjadi perhatian utama pasar. Jika tekanan jual berlanjut, area tersebut berpotensi menjadi ujian penting bagi pergerakan harga emas berikutnya.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis Teknikal XAUUSD: Peluang Sell On Rally Menuju US$3.970
Pergerakan XAU/USD pada timeframe M15 menunjukkan dominasi tren bearish yang kuat setelah berulang kali membentuk struktur Break of Structure (BOS) ke arah bawah. Pergerakan pasar saat ini berpotensi melakukan reli terbatas atau koreksi naik menuju kisaran area resistance 4.028,714 sebelum melanjutkan penurunan. Selama harganya tidak menembus garis invalidasi di level 4.039,663, skenario koreksi ini tetap valid bagi para trader yang ingin mengambil posisi short.
Apabila penolakan harga (rejection) terjadi di zona koreksi tersebut, tekanan jual diperkirakan membawa komoditas ini meluncur lebih dalam. Target penurunan pertama berada pada level weak low 3.985,887. Jika momentum bearish berlanjut menembus dukungan awal, maka target profit kedua diproyeksikan menguji area support berikutnya di level 3.969,693.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi