Harga Perak masih berada di bawah tekanan dan bergerak di sekitar US$60,70 pada perdagangan sesi Asia, Selasa (29/09). Pelemahan ini terjadi ketika pelaku pasar semakin memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga pada Oktober, sehingga prospek kebijakan moneter yang lebih ketat membatasi ruang penguatan logam putih.
Kenaikan suku bunga biasanya mendorong imbal hasil aset berbunga menjadi lebih menarik. Kondisi tersebut dapat mengurangi minat terhadap Perak yang tidak memberikan imbal hasil, terutama ketika investor menilai risiko inflasi masih menjadi perhatian dan perekonomian Amerika Serikat tetap menunjukkan ketahanan.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada data Lowongan Kerja JOLTS AS untuk Agustus. Angka yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan dan berpotensi menambah tekanan pada XAG/USD. Sebaliknya, data tenaga kerja yang melemah dapat membuka peluang bagi Perak untuk mencoba melakukan pemulihan.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan XAG/USD pada grafik 30 menit mengindikasikan struktur bearihttps://traze.co.id/registrasi/sh yang didukung pembentukan Break of Structure (BOS). Peluang posisi jual dapat dimaksimalkan saat retest menuju Area Supply di kisaran level $61.43, di mana pantulan harga diproyeksikan akan mendorong penurunan lebih lanjut.
Skenario pelemahan ini menargetkan penurunan terdekat pada level $60.72 (Target 1) hingga menuju area Weak Low di kisaran $60.44 (Target 2). Untuk membatasi risiko kerugian, batas Invalidasi Resistance atau Stop Loss dapat ditempatkan di atas level $61.81.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi