Harga emas masih kesulitan melanjutkan pemulihan setelah sebelumnya rebound dari level terendah dalam delapan minggu. Pada sesi Asia Rabu (30/09), harga emas bergerak konsolidatif di bawah US$4.200 per troy ons karena pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Penurunan harga minyak membantu meredakan tekanan jual pada obligasi Treasury AS, sehingga memberikan sedikit dukungan bagi logam mulia. Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan kekhawatiran terhadap inflasi menjaga imbal hasil obligasi tetap berada di sekitar level tertinggi dalam beberapa tahun.
Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Penguatan greenback tersebut membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga membatasi ruang kenaikan harga dan menjaga emas tetap dalam tekanan.
OPINI ANALIS TRAZE
Analisis Teknikal XAU/USD: Peluang Buy On Dip Emas Menuju Target 4.200
Grafik harga XAU/USD pada kerangka waktu 30 menit memperlihatkan struktur bullish yang solid setelah berhasil membentuk konfirmasi Change of Character (CHoCH) dan Break of Structure (BOS). Pergerakan pasar saat ini berpotensi mengalami koreksi sehat menuju Golden Ratio Fibonacci 61,8% di level 4.159,82, yang bertepatan dengan area Demand Zone kuat. Potensi pullback ini menjadi peluang entry beli yang menarik bagi para trader sebelum tren naik berlanjut lebih jauh.
Arah pergerakan berikutnya diproyeksikan menguji level Target 1 pada 4.187,86 dan berpotensi berlanjut hingga Target 2 di kisaran 4.200,20. Namun, tingkat kewaspadaan tetap mutlak diperlukan dengan menempatkan pembatas risiko (Stop Loss) di bawah level Invalidasi Support 4.142,49. Penembusan di bawah batas tersebut akan membatalkan skenario penguatan dan mengindikasikan dominasi tekanan jual kembali.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi