Harga emas masih berkonsolidasi setelah merosot tajam pada sesi sebelumnya hingga menyentuh level terendah sejak awal Agustus. Tekanan jual tetap terlihat karena pasar menanti apakah harga mampu menembus area US$4.100, yang dapat membuka ruang bagi pelemahan berikutnya.
Kenaikan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga pada Oktober. Prospek tersebut mendorong imbal hasil obligasi AS ke level tertinggi dalam beberapa tahun, sehingga daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil ikut berkurang.
Di sisi lain, risiko geopolitik membuat Dolar AS bertahan dekat level tertinggi dua bulan. Kondisi ini memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas karena penguatan greenback membuat emas relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan XAU/USD pada grafik 1-jam saat ini bergerak mendatar dalam rentang sempit di dalam Area Konsolidasi antara batas bawah $4,111.94 dan batas atas $4,137.55. Kondisi sideways ini menandakan fase penentuan arah bagi para pelaku pasar sebelum menentukan tren selanjutnya.
Skenario bullish berpeluang memicu penguatan menuju zona target di kisaran $4,166.67 hingga $4,180.88 jika batas atas konsolidasi berhasil ditembus. Sebaliknya, jika batas bawah tertembus, tekanan bearish berpotensi membawa komoditas ini melemah hingga ke area $4,063.62 sampai $4,078.71.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi