Harga minyak mentah turun di bawah US$90 per barel pada Rabu (23/09), memperpanjang pelemahan untuk sesi keenam berturut-turut. Tekanan datang setelah muncul tanda kemajuan dalam pembicaraan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran, sementara upaya pemulihan operasi jalur pipa utama Arab Saudi turut meredakan kekhawatiran pasokan energi global.
Presiden AS Donald Trump menyebut pertemuan dengan utusan Iran berlangsung produktif, meski Washington masih mempertimbangkan jalur negosiasi. Dari pihak Tehran, sebuah proposal disebut telah disampaikan kepada AS, dengan kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam tujuh hari apabila Washington mengambil langkah untuk mengurangi blokade yang menekan ekspor minyak Iran.
Di sisi lain, Arab Saudi berupaya memulihkan ekspor melalui East-West Pipeline dalam beberapa hari mendatang. Jalur alternatif tersebut dapat membantu Riyadh mengurangi ketergantungan pada rute yang melewati Selat Hormuz. Perkembangan diplomasi AS-Iran dan pemulihan infrastruktur energi kini menjadi faktor penting yang berpotensi memengaruhi arah harga minyak dunia dalam waktu dekat.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI masih berada dalam tekanan setelah bergerak di bawah area US$90. Secara teknikal, tren pada grafik 1 jam masih cenderung bearish, terlihat dari pola lower high dan garis tren menurun. Selama harga tertahan di bawah area koreksi US$90,56, peluang pelemahan masih terbuka dengan US$88,35 sebagai target awal.
Jika tekanan jual berlanjut dan support tersebut ditembus, pergerakan berikutnya berpotensi mengarah ke US$86,49. Sebaliknya, kenaikan di atas US$90,56 dapat membuka ruang pemulihan menuju US$91,62 sebagai area invalidasi skenario bearish. Trader perlu mencermati respons harga di area koreksi sebelum menentukan langkah berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi