Harga emas bergerak melemah setelah gagal mempertahankan level tertinggi harian di US$4.376. Tekanan datang dari kenaikan imbal hasil Treasury AS serta penguatan Dolar AS, yang membuat daya tarik logam mulia berkurang. Saat ini, harga emas berada di sekitar US$4.337 atau turun 0,14%.
Sentimen pasar juga berubah lebih positif setelah muncul perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran serta upaya mengakhiri konflik Rusia – Ukraina. Harapan terhadap meredanya ketegangan geopolitik mengurangi permintaan aset safe haven. Di sisi lain, sejumlah pejabat Federal Reserve masih menyuarakan kebijakan hawkish karena inflasi dinilai berpotensi bertahan di atas target 2%.
Ekspektasi suku bunga menjadi perhatian utama pelaku pasar. Imbal hasil Treasury 10 tahun naik ke 4,97%, sementara Indeks Dolar AS (DXY) menguat ke 100,59. Pasar kini memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Oktober sebesar 53% dan sekitar 90% untuk Desember. Selanjutnya, perhatian investor akan tertuju pada data PMI AS, klaim pengangguran, Sentimen Konsumen Michigan, serta pernyataan pejabat The Fed yang dapat menentukan arah emas.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAU/USD pada grafik 30 menit menunjukkan peluang penolakan teknikal setelah tertahan garis tren bearish. Peluang aksi sell potensial terbuka ketika harga mengalami kenaikan singkat menuju titik Change of Character (CHoCH) di area koreksi 4.357,49. Zona ini menjadi acuan penting bagi para trader untuk mencari konfirmasi pullback sebelum pergerakan berbalik turun.
Skenario pelemahan ini memproyeksikan penurunan secara bertahap menuju Target 1 di level 4.315,48, lalu berlanjut hingga Target 2 di kisaran 4.302,65. Untuk mengantisipasi risiko breakout ke atas, batas Invalidasi Resistance berada pada area 4.376,02. Apabila grafik menguat melebihi batas resistansi tersebut, maka proyeksi penurunan ini dinyatakan batal.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi