Harga perak dunia bergerak di sekitar US$59 per ons pada Rabu (14/10) setelah mengalami penurunan selama dua sesi berturut-turut. Pelaku pasar cenderung berhati-hati menjelang rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat (AS) yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Data tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi pergerakan dolar AS dan daya tarik logam mulia.
Ekspektasi kebijakan moneter masih menjadi tekanan bagi perak. Pasar memperkirakan peluang sekitar 77% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga bulan ini, sementara kemungkinan kenaikan pada Desember mencapai 88%. Presiden Federal Reserve New York, John Williams, juga menilai satu kali kenaikan suku bunga tambahan masih diperlukan tahun ini, meskipun pengetatan moneter lebih lanjut diperkirakan tidak dibutuhkan pada 2027. Suku bunga tinggi berpotensi membatasi penguatan perak karena meningkatkan daya tarik aset berbunga.
Di sisi lain, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memengaruhi sentimen pasar setelah harga minyak melanjutkan kenaikan di tengah konflik yang melibatkan Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran. Risiko gangguan pasokan energi serta peringatan Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai ancaman terhadap pertumbuhan ekonomi global menambah ketidakpastian. Dalam kondisi ini, pergerakan perak berpotensi tetap berfluktuasi, dengan perhatian utama tertuju pada data inflasi AS, prospek suku bunga The Fed, dan perkembangan geopolitik.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis Teknikal XAG/USD: Peluang Sell Saat Harga Melakukan Koreksi Naik
Pergerakan XAG/USD pada kerangka waktu 1 jam mengindikasikan dominasi tren menurun setelah tertahan di bawah garis trendline yang berfungsi sebagai dynamic resistance. Berdasarkan indikator Fibonacci, aset logam mulia ini tengah mencoba menguji area Golden Ratio di kisaran level 59,937. Batas invalidasi ditempatkan pada zona Invalidasi Resistance di level 60,290 guna memantau risiko apabila terjadi pembalikan arah tren yang tidak terduga.
Pelaku pasar dapat memanfaatkan momentum pullback ini dengan menerapkan strategi sell on strength saat harga mendekati zona resisten atas. Target penurunan pertama diproyeksikan menuju level 58,638, sementara target lanjutan berada di kisaran 58,066. Pengelolaan risiko yang ketat tetap diperlukan untuk mengantisipasi volatilitas pasar komoditas yang dinamis.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi