Harga minyak mentah WTI melonjak untuk lima hari berturut-turut hingga diperdagangkan di sekitar US$94,30 per barel pada sesi Asia, Rabu (14/10). Penguatan ini dipicu meningkatnya konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global. Serangan rudal yang menghantam kompleks Saudi Aramco di Dhahran serta eskalasi militer di Yaman turut memperbesar risiko gangguan produksi dan distribusi minyak.
Ketegangan juga meningkat di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia. Serangan terhadap kapal tanker memicu kekhawatiran pasar, meskipun Amerika Serikat menyatakan telah membantu pengiriman lebih dari 19 juta barel minyak mentah melewati jalur tersebut dengan aman. Di sisi lain, laporan OPEC menunjukkan produksi minyak OPEC+ naik sekitar 900 ribu barel per hari pada September menjadi 39,07 juta barel per hari, dengan Arab Saudi menjadi salah satu pendorong utama kenaikan pasokan.
Di tengah ketidakpastian geopolitik, harapan terhadap tambahan pasokan dari Rusia melalui kesepakatan ekspor solar AS-Rusia belum memberikan kepastian bagi pasar. TD Securities menilai penguatan sektor energi masih sulit diredam ketika serangan terhadap kapal tanker terus meningkat. Ke depan, harga WTI berpotensi tetap menguat dan bergerak volatil, seiring pelaku pasar mencermati perkembangan konflik Timur Tengah, keamanan jalur pelayaran, serta keseimbangan antara risiko pasokan dan peningkatan produksi minyak global.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis Teknikal USOIL: Potensi Bullish Continuance Menuju Target 94,85
Grafik harga minyak mentah WTI (USOIL) pada kerangka waktu 30 menit memperlihatkan struktur kenaikan yang cukup solid setelah berhasil membentuk konfirmasi Break of Structure (BOS). Pergerakan aset komoditas ini berpotensi mengalami koreksi sehat terlebih dahulu menuju area Golden Ratio Fibonacci retracement di kisaran 93,496. Zona penopang tersebut menjadi titik ideal untuk mencari peluang Buy on Dip, dengan batas Invalidasi Support dipasang pada level 92,913 guna membatasi risiko kerugian jika terjadi pembalikan tren.
Selama harga mampu bertahan di atas batas invalidasi tersebut, momentum penguatan diperkirakan akan berlanjut menembus Weak High. Target kenaikan pertama diproyeksikan berada pada level resisten 94,439, sebelum melanjutkan reli menuju target kedua di area 94,855. Strategi perdagangan berbasis pullback ini menawarkan rasio risk-to-reward yang menarik bagi para pelaku pasar yang ingin memanfaatkan tren naik minyak dunia secara optimal.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi