Harga emas dunia menguat ke US$4.150 per troy ounce pada perdagangan Kamis (15/10), setelah mengalami penurunan pada sesi sebelumnya. Pelemahan harga minyak mentah yang mengakhiri reli lima hari berturut-turut turut meredakan tekanan di pasar keuangan. Selain itu, dolar AS yang melemah dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang menurun memberikan dukungan bagi logam mulia tersebut.
Meski demikian, kenaikan emas masih menghadapi tekanan dari ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang lebih agresif. Inflasi Amerika Serikat tercatat naik menjadi 3,7% pada September, tertinggi dalam empat bulan terakhir dan melampaui perkiraan pasar sebesar 3,6%. Lonjakan tersebut terutama dipicu oleh kenaikan biaya energi. Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, menilai data inflasi tersebut mengecewakan dan memperingatkan bahwa ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang terlalu cepat berpotensi memicu pemanasan ekonomi.
Sementara itu, Presiden The Fed San Francisco, Mary Daly, mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga jangka pendek masih mungkin diperlukan, meskipun belum mendesak untuk dilakukan pada pertemuan bulan ini. Kondisi tersebut membuat prospek emas tetap dipengaruhi tarik-menarik antara pelemahan dolar AS dan risiko pengetatan moneter. Jika ekspektasi kenaikan suku bunga semakin kuat, harga emas berpotensi tertekan, sedangkan penurunan dolar AS dan imbal hasil obligasi dapat membuka peluang penguatan lebih lanjut.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis Teknikal XAUUSD: Peluang Buy di Area Koreksi Menuju Target Profit
Pergerakan XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan dominasi pembeli setelah berhasil mencetak pemarikan atau retracement sehat menuju area koreksi di kisaran 4,111.86. Berdasarkan struktur pasar terkini yang memperlihatkan adanya perubahan karakter (CHoCH) serta Break of Structure (BOS), momentum bullish diprediksi masih kuat untuk melanjutkan kenaikan lanjutan. Para trader dapat memanfaatkan momentum penurunan sementara ini untuk mencari titik masuk posisi beli yang optimal, dengan catatan batas pengamanan atau invalidasi support diletakkan secara disiplin di bawah level 4,081.06 guna mengantisipasi risiko pembalikan arah.
Strategi trading ini membidik dua level target keuntungan utama yang potensial untuk dicapai dalam beberapa waktu ke depan. Target pertama dipatok pada resisten terdekat di level 4,170.75, sementara target kedua berada lebih tinggi pada kisaran 4,190.91. Dengan manajemen risiko yang terukur serta penempatan stop loss di bawah area invalidasi, skema teknikal ini menawarkan rasio imbal hasil yang menarik bagi pelaku pasar yang ingin memaksimalkan profit harian pada instrumen XAUUSD.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi