Harga emas bergerak di sekitar US$4.300 per troy ounce pada Selasa (15/09), mendekati level terendah dalam lima pekan. Tekanan terhadap emas meningkat setelah harga minyak terus naik, sehingga memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) AS pekan ini.
Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan membuat pelaku pasar memperkirakan The Fed lebih agresif dalam menjaga stabilitas harga. Probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu kini mencapai sekitar 92%. Di sisi lain, imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun mendekati 5%, sehingga aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik.
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada keputusan The Fed dan Bank of Japan (BoJ), sementara ketegangan geopolitik serta tingginya harga energi masih menjadi faktor penggerak. Jika yield AS terus meningkat, emas berpotensi menghadapi tekanan lanjutan, tetapi ketidakpastian global tetap dapat membuka peluang bagi logam mulia sebagai aset safe haven.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga XAU/USD pada grafik 1 jam menunjukkan upaya pemulihan setelah sebelumnya membentuk weak low. Pergerakan saat ini berada di sekitar US$4.296, dengan area koreksi pada US$4.282. Selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang bullish masih terbuka dengan fokus pada area target US$4.355 – US$4.372.
Namun, tekanan jual perlu diwaspadai jika emas menembus US$4.282. Penurunan di bawah US$4.281 menjadi sinyal invalidasi support dan dapat membuka ruang pelemahan lebih lanjut. Sebaliknya, kemampuan menembus area US$4.355 berpotensi memperkuat momentum menuju target berikutnya di sekitar US$4.372.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi