Harga Perak kembali melemah pada perdagangan Rabu (21/10), turun ke bawah US$57,50 per troy ons setelah sempat menyentuh US$58,60 pada sesi sebelumnya. Meski mengalami koreksi, harga logam putih ini masih bergerak dalam kisaran yang terbentuk selama sepekan terakhir dan bertahan di atas level terendah tiga bulan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mendominasi pasar.
Pelemahan Perak dipengaruhi oleh pergerakan Dolar AS yang masih bertahan di dekat level terendah hampir tiga minggu. Kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga energi mendorong pasar kembali mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Jika ekspektasi suku bunga tinggi semakin menguat, Perak berpotensi menghadapi tekanan karena aset ini tidak memberikan imbal hasil bunga.
Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik masih mendukung permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Pergerakan mata uang tersebut menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi arah harga Perak dalam jangka pendek. Pelaku pasar kini mencermati perkembangan harga energi, kebijakan moneter AS, dan situasi geopolitik untuk menentukan arah pergerakan harga perak selanjutnya.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis Teknikal XAGUSD 1H: Strategi Buy di Area Demand Menuju Target Profit Optimal
Pergerakan komoditas perak terhadap dolar AS pada timeframe satu jam memperlihatkan struktur bullish yang kuat menyusul terbentuknya Break of Structure (BOS) serta Change of Character (CHoCH). Saat ini, grafik harga tengah mengalami koreksi sehat menuju Area Demand di sekitar level 57.0426 yang berfungsi sebagai zona pijakan krusial bagi investor untuk mengawali posisi beli.
Pelaku pasar dapat memanfaatkan peluang pantulan dari area tersebut guna mengincar kenaikan bertahap menuju Target 1 pada poin 57.8084 hingga Target 2 di angka 58.2771. Guna menjaga keamanan modal, batas Invalidasi Support wajib dipasang di bawah 56.6803 sebagai antisipasi dini terhadap potensi pembalikan arah tren.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi