HomeMarket NewsEmas Mulai Goyah di Tengah Tekanan The Fed

Harga emas melemah mendekati US$4.365 pada awal sesi Asia, Selasa (22/09), setelah mencatat kenaikan selama dua hari berturut-turut. Tekanan datang dari menguatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) masih membuka peluang pengetatan moneter lanjutan. Pelaku pasar kini menanti komentar terbaru para pejabat bank sentral AS untuk mencari petunjuk arah kebijakan berikutnya.

Sentimen hawkish semakin kuat setelah Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem menyebut kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan untuk menjaga inflasi menuju target 2%. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan emas karena aset tanpa imbal hasil tersebut menjadi kurang menarik dibandingkan instrumen berbunga. Penguatan Dolar AS ke level tertinggi lebih dari dua bulan turut menambah tekanan terhadap logam mulia.

Meski demikian, pelemahan emas berpotensi tertahan oleh permintaan struktural. Kepemilikan ETF berada di level tertinggi enam bulan, sementara pembelian bank sentral masih menjadi penopang pasar. Harapan terhadap solusi diplomatik di Timur Tengah juga membantu meredakan kekhawatiran pasokan. Pergerakan berikutnya akan bergantung pada arah komunikasi The Fed dan respons pasar terhadap prospek suku bunga AS.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAU/USD pada grafik 1 jam menunjukkan indikasi perubahan tren menuju fase koreksi. Setelah membentuk Change of Character (CHoCH), reli kenaikan mulai tertahan di bawah zona resistansi. Penurunan ini memberikan skenario menarik bagi para trader untuk memanfaatkan pantulan harga (pullback) menuju Area Supply di kisaran 4.379. Selama pergerakan tidak menembus Invalidasi Resistance pada level 4.400, struktur bearish tetap solid dan berpotensi memicu tekanan jual lanjutan.

Jika pergerakan harga merespon area penawaran tersebut, target penurunan pertama diproyeksikan menguji level 4.321. Tekanan bearish yang lebih kuat dapat membawa XAU/USD meluncur menuju target kedua di kisaran 4.301, yang berbatasan langsung dengan Demand Zone kuat di bawahnya. Untuk menjaga rasio risiko dan keuntungan tetap ideal, penempatan Stop Loss dapat dipasang tepat di atas batas invalidasi 4.401 guna mengantisipasi penembusan tajam (breakout) ke arah atas.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze