Harga emas turun di bawah US$4.250 per ons pada Senin (28/09) dan menyentuh level terendah dalam tujuh minggu. Tekanan muncul ketika negosiasi Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu, membuat harga minyak tetap tinggi dan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih dapat menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi.
Presiden Donald Trump menolak proposal terbaru Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, sementara Iran menegaskan tidak akan melonggarkan persyaratannya. Di sisi lain, sejumlah pejabat The Fed menilai pertumbuhan ekonomi dan pasar tenaga kerja AS yang kuat masih membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan. Kondisi tersebut turut mendorong imbal hasil obligasi Treasury jangka panjang.
Pelaku pasar kini menanti data inflasi pilihan The Fed serta laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pekan ini. Kedua indikator tersebut berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter dan menentukan apakah tekanan terhadap harga emas masih berlanjut.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan XAUUSD pada grafik 1 jam menunjukkan konfirmasi perubahan tren (Change of Character / CHoCH) menuju arah penurunan (bearish) setelah terjadi penembusan signifikan ke bawah area pendukung utama. Struktur pasar saat ini membuka peluang koreksi naik (pullback) jangka pendek menuju area resistensi 4.255,16 sebelum kembali melanjutkan tren melorotnya menuju area Weak Low.
Skenario penjualan dapat dipertimbangkan ketika pergerakan naik tertahan di bawah level batas invalidasi 4.281,09. Jika harga memantul turun sesuai proyeksi, target penurunan pertama berada pada level 4.216,69, dengan potensi pelemahan lebih lanjut mencapai target kedua di kisaran 4.187,23.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi