HomeMarket NewsWTI Menguat, Risiko Timur Tengah Kembali Mengguncang Pasar

Harga minyak WTI kembali menguat pada awal perdagangan Senin (28/09), tetapi kenaikannya masih terbatas karena pelaku pasar menunggu perkembangan terbaru terkait konflik Timur Tengah. WTI sempat membuka perdagangan dengan gap naik dan kemudian mempertahankan bias positif sepanjang sesi Asia. Harga minyak mentah AS tersebut kini bergerak sedikit di atas US$92 per barel, naik lebih dari 0,80%.

Ketegangan geopolitik kembali menjadi perhatian setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan melanjutkan perundingan nuklir. Pernyataan bahwa serangan militer tambahan masih mungkin terjadi turut meningkatkan premi risiko di pasar energi. Ancaman terhadap jalur distribusi minyak di kawasan Timur Tengah, termasuk serangan yang melibatkan Houthi dan Iran, membuat kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan tetap tinggi.

Di sisi lain, peluang diplomasi dan meningkatnya ekspor minyak Timur Tengah menjadi faktor yang membatasi penguatan WTI. Data awal Kpler menunjukkan ekspor minyak mentah produsen utama kawasan tersebut naik menjadi 12,8 juta barel per hari pada September, level tertinggi sejak perang Iran dimulai. Pasar juga menantikan PMI resmi Tiongkok pada Rabu sebagai petunjuk baru mengenai permintaan energi global. Kombinasi risiko geopolitik, prospek suku bunga The Fed, serta kondisi pasokan membuat pergerakan harga minyak masih sangat sensitif terhadap berita terbaru.

OPINI ANALIS TRAZE

Grafik harga minyak mentah (US OIL Spot) pada kerangka waktu 1 jam menunjukkan indikasi koreksi sehat sebelum melanjutkan tren penguatan. Setelah membentuk pergerakan naik yang solid, pergerakan komoditas ini berpotensi tertahan di area koreksi ideal Fibonacci pada level Golden Ratio 61,8% (kisaran $91,318). Batas toleransi risiko atau Invalidasi Support berada di level $90,337. Jika fondasi lantai harga tersebut mampu bertahan dengan kuat, momentum pembelian diperkirakan kembali terakselerasi menuju area kenaikan berikutnya.

Skenario pembalikan arah ini memberikan peluang daya dorong yang berpotensi melesatkan harga menuju target pertama di $93,604 (-27,20%). Apabila dominasi pembeli berhasil menembus resistensi tersebut, kenaikan dapat berlanjut hingga sasaran kedua di $94,493 (-61,80%), mendekati batas atas area supply. Investor serta pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati konfirmasi rebound di kisaran area Golden Ratio guna mengoptimalkan momentum reli ini.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze