HomeMarket NewsDolar AS Makin Perkasa, Tekanan Inflasi Kembali Mengintai

Dolar AS mempertahankan penguatan di perdagangan Asia pada Kamis, setelah mencetak level tertinggi dalam delapan minggu. Indeks Dolar AS (DXY) berada di sekitar 101,23, didukung oleh kenaikan harga minyak serta data awal PMI S&P Global AS September yang menunjukkan aktivitas bisnis tumbuh lebih kuat dari perkiraan.

Dolar AS menguat secara signifikan terhadap seluruh mata uang utama dunia, yang menunjukkan dominasi mutlak Dolar AS di pasar global saat ini.

Pemulihan harga minyak turut menjadi perhatian setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran tidak akan menyerah kepada tekanan AS dalam pidatonya di Majelis Umum PBB. Di sisi lain, sektor manufaktur dan jasa AS sama-sama mencatat perkembangan positif. S&P Global menyebut output bisnis AS pada September tumbuh pada laju tercepat dalam lebih dari lima tahun, mencerminkan ketahanan ekonomi yang masih kuat.

Kombinasi ekonomi AS yang solid dan harga energi yang kembali naik meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi yang bertahan lebih lama. Kondisi tersebut dapat memperkuat pandangan bahwa The Fed perlu mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga memberikan dukungan bagi USD. Pernyataan terbaru sejumlah pejabat The Fed juga menyoroti bahwa tekanan inflasi tidak hanya berasal dari energi, tetapi turut dipengaruhi oleh permintaan yang kuat.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) pada kerangka waktu harian menunjukkan struktur bullish yang kuat setelah berhasil membentuk pola Change of Character (CHoCH) dan menembus area resistance lokal. Kenaikan impulsif baru-baru ini mengantarkan harga mendekati Supply Zone di kisaran 100.885 hingga 101.500. Momentum pembeli yang dominan mengindikasikan bahwa pergerakan naik masih memegang kendali utama dalam tren jangka pendek.

Meski demikian, grafik memproyeksikan potensi koreksi sehat (retrace) terlebih dahulu menuju area Fibonacci Retracement -61.80% (100.385) sebelum melanjutkan relinya. Fase penurunan sementara ini menjadi pijakan penting bagi para pelaku pasar untuk mengumpulkan likuiditas sebelum menguji target berikutnya di area Weak High sekitar 101.694. Selama level Demand Zone di kisaran 98.548 bertahan, arah pergerakan DXY diprediksi tetap berpotensi menguat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze