Harga minyak dunia jenis WTI bertahan di kisaran USD 91 per barel pada Kamis (16/04) setelah mengalami pergerakan tajam di awal pekan. Stabilitas ini dipengaruhi harapan pasar terhadap kemungkinan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Pelaku pasar menilai langkah tersebut dapat membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih luas, sekaligus meredakan ketegangan geopolitik yang selama ini membayangi sektor energi global.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa kedua negara tengah mempertimbangkan tambahan waktu dari gencatan senjata dua minggu yang telah berjalan. Tujuannya adalah memberi ruang negosiasi menuju perjanjian damai yang lebih komprehensif. Namun, kondisi di Selat Hormuz masih belum pulih karena adanya blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran, sehingga kekhawatiran gangguan pasokan minyak tetap tinggi di pasar internasional.
Di sisi lain, Iran memperingatkan potensi aksi balasan jika tekanan militer terus berlanjut, termasuk kemungkinan penghentian distribusi energi melalui Teluk Persia, Laut Oman, hingga Laut Merah. Fokus investor kini tertuju pada putaran lanjutan perundingan antara kedua negara, yang diperkirakan akan membahas pembukaan kembali jalur strategis tersebut serta isu pengayaan nuklir Iran yang menjadi sorotan utama dunia.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan WTI Oil pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan bearish masih mendominasi setelah harga gagal mempertahankan area supply di sekitar 92.4. Struktur pasar membentuk lower high dan diikuti penurunan menuju area likuiditas bawah, mengindikasikan momentum jual belum sepenuhnya mereda. Saat ini harga bergerak mendekati zona buy di kisaran 87.2, yang berperan sebagai support sementara sekaligus area potensial untuk reaksi naik jangka pendek.
Jika harga mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang rebound menuju target 90.6 hingga 92.4 tetap terbuka, terutama jika didukung peningkatan volume beli. Namun, skenario akan berubah menjadi lebih bearish apabila support ditembus, membuka jalan penurunan lebih dalam ke area demand berikutnya di sekitar 84.8. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan menunggu konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil posisi guna meminimalkan risiko di tengah volatilitas yang masih tinggi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.