Harga emas bertahan di kisaran $4.800 per ounce pada perdagangan Jumat (17/04) dan berada di jalur kenaikan mingguan keempat berturut-turut. Sentimen pasar didorong oleh harapan tercapainya kesepakatan gencatan senjata permanen antara Amerika Serikat dan Iran, yang berpotensi meredakan tekanan inflasi serta mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral.
Pernyataan Presiden Donald Trump mengenai kesediaan Teheran untuk menyetujui sejumlah syarat, termasuk menghentikan ambisi nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz, turut memicu optimisme. Namun hingga kini, pihak Iran belum memberikan konfirmasi resmi, sementara jalur strategis tersebut masih mengalami pembatasan akibat blokade ganda yang membatasi arus energi global.
Di sisi lain, harga minyak dunia mengalami penurunan tajam seiring meningkatnya ekspektasi tercapainya kesepakatan, sehingga membantu meredakan tekanan inflasi. Meski demikian, pemulihan pasokan energi diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama. Dalam sepekan, emas mencatat kenaikan sekitar 1% dan tetap berada sekitar 17% di atas level terendahnya pada bulan Maret, mencerminkan daya tariknya sebagai aset lindung nilai.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 30 menit menunjukkan fase konsolidasi setelah tekanan turun yang cukup tajam. Harga sempat menembus area support dan membentuk lower low sebelum muncul reaksi beli yang kuat, menandakan potensi pembalikan arah jangka pendek. Struktur pasar mulai mengarah ke perubahan karakter (change of character), didukung dengan terbentuknya higher low sebagai sinyal awal pemulihan.
Selama harga mampu bertahan di atas area 4.768, peluang kenaikan menuju resistance 4.801 hingga 4.838 tetap terbuka. Breakout valid di atas zona tersebut dapat mendorong penguatan lanjutan ke area 4.871 sebagai target berikutnya. Namun, jika kembali turun dan menembus support kunci, tekanan jual berpotensi berlanjut dan membatalkan skenario bullish yang sedang terbentuk.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.