Harga emas kembali menembus level $4.800 per ounce pada Kamis (16/04) setelah sempat melemah di sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring pelaku pasar mencermati peluang dimulainya kembali negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan akan tercapainya kesepakatan damai jangka panjang dinilai mampu meredakan tekanan inflasi global.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa Washington dan Teheran tengah mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata selama dua minggu guna membuka ruang dialog lebih luas. Meski begitu, Selat Hormuz masih berada dalam kondisi tertutup akibat blokade ganda. Fokus utama kini beralih pada potensi perundingan lanjutan yang akan membahas pembukaan jalur tersebut serta program pengayaan nuklir Iran.
Dalam beberapa pekan terakhir, emas mendapatkan dukungan dari perkembangan diplomatik di Timur Tengah yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga bank sentral. Kendati demikian, logam mulia ini masih mencatat penurunan hampir 9% sejak konflik dimulai, mencerminkan volatilitas tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD menunjukkan pemulihan setelah tekanan turun dalam pola channel bearish yang mulai ditembus ke atas. Harga saat ini bergerak di sekitar area 4.800, dengan zona beli terlihat kuat di kisaran 4.787 – 4.806 sebagai support kunci. Struktur pasar mulai mengindikasikan potensi pembalikan arah setelah terbentuknya higher low dan dorongan bullish yang mampu keluar dari tekanan tren sebelumnya.
Jika momentum kenaikan berlanjut, target terdekat berada di area 4.851 hingga 4.887 yang menjadi resistance sekaligus target profit potensial. Namun, apabila harga kembali turun dan menembus area 4.787, maka skenario bullish bisa batal dan membuka peluang koreksi lebih dalam. Dengan kondisi ini, pelaku pasar disarankan mencermati reaksi harga di zona krusial untuk menentukan arah berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.