Kamus Bahasa Trading A–Z Lengkap untuk Pemula
Bagi pemula, dunia trading sering kali dipenuhi istilah yang terdengar rumit. Padahal, memahami arti setiap istilah merupakan langkah awal untuk menjadi trader yang lebih percaya diri. Dengan mengenal kosakata dasar, Anda akan lebih mudah membaca analisis pasar, memahami materi edukasi, hingga menggunakan platform trading tanpa kebingungan.
A
Account (Akun)
Tempat menyimpan dana dan melakukan seluruh aktivitas trading.
Ask Price
Harga yang digunakan ketika membeli suatu instrumen.
Asset (Aset)
Produk yang diperdagangkan, seperti forex, emas, perak, minyak, atau indeks.
B
Balance
Saldo yang tersedia di akun sebelum menghitung keuntungan atau kerugian dari posisi yang masih terbuka.
Bear Market
Kondisi pasar yang sedang mengalami tren turun.
Bid Price
Harga yang digunakan ketika menjual suatu instrumen.
Breakout
Pergerakan harga yang berhasil menembus area support atau resistance.
Bull Market
Kondisi pasar yang sedang mengalami tren naik.
C
Candlestick
Grafik yang menunjukkan pergerakan harga dalam periode waktu tertentu.
Capital (Modal)
Dana yang digunakan untuk memulai trading.
CFD (Contract for Difference)
Kontrak yang memungkinkan trader memperoleh keuntungan dari perubahan harga tanpa memiliki aset fisik.
Close Position
Menutup transaksi sehingga keuntungan atau kerugian menjadi tetap.
D
Deposit
Proses menambahkan dana ke akun trading.
Drawdown
Penurunan nilai akun akibat kerugian.
E
Entry Price
Harga saat membuka posisi trading.
Equity
Total nilai akun setelah ditambah atau dikurangi keuntungan maupun kerugian yang masih berjalan.
EURUSD
Pasangan mata uang euro vs dolar AS
F
Floating Profit/Loss
Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasikan karena posisi masih terbuka.
Forex
Pasar yang memperdagangkan mata uang dari berbagai negara.
G
Gap
Lompatan harga yang terjadi tanpa melewati harga di antaranya.
Gold (XAUUSD)
Kode perdagangan emas terhadap dolar Amerika Serikat.
GBPUSD
Pasangan mata uang poundsterling Inggris vs dolar AS
H
Hedging
Strategi membuka posisi yang berlawanan untuk mengurangi risiko.
I
Indicator
Alat bantu analisis untuk membaca arah pergerakan harga.
Index
Sekumpulan saham yang mewakili kondisi suatu pasar atau sektor.
J
JPY
Kode mata uang Yen Jepang.
K
Key Level
Area harga yang dianggap penting karena sering menjadi titik pembalikan atau kelanjutan tren.
KYC (Know Your Customer)
Proses verifikasi identitas yang dilakukan broker untuk memastikan data nasabah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Kill Zone
Periode waktu tertentu ketika aktivitas pasar sedang tinggi sehingga peluang trading lebih besar. Istilah ini sering digunakan dalam strategi Smart Money Concept (SMC).
Kijun Sen
Salah satu garis pada indikator Ichimoku yang digunakan untuk membantu melihat arah tren dan level keseimbangan harga.
Kiwi
Julukan untuk pasangan mata uang yang melibatkan Dolar Selandia Baru (NZD), terutama NZD/USD.
L
Lot
Satuan ukuran transaksi dalam trading.
Leverage
Fasilitas yang memungkinkan trader membuka transaksi lebih besar dibanding modal yang dimiliki.
Liquidity
Tingkat kemudahan suatu aset untuk diperjualbelikan.
Long Position
Posisi beli dengan harapan harga akan naik.
M
Margin
Dana jaminan yang dibutuhkan untuk membuka posisi trading.
Margin Call
Peringatan bahwa dana di akun hampir tidak cukup untuk mempertahankan posisi, berdasarkan % dari broker.
Moving Average (MA)
Indikator yang menunjukkan rata-rata harga dalam periode tertentu.
N
News Trading
Strategi trading berdasarkan berita atau data ekonomi.
O
Open Position
Posisi trading yang masih berjalan dan belum ditutup.
Order
Perintah membeli atau menjual suatu instrumen.
P
Pending Order
Perintah transaksi yang akan aktif ketika harga mencapai level tertentu.
Pip
Satuan perubahan harga yang umum digunakan di pasar forex.
Profit
Keuntungan yang diperoleh dari hasil trading.
Q
Quote Currency
Mata uang kedua dalam pasangan forex yang digunakan sebagai acuan harga.
R
Resistance
Area harga yang sering menjadi batas kenaikan.
Risk Management
Cara mengatur risiko agar kerugian tetap terkendali.
Risk Reward Ratio
Perbandingan antara potensi keuntungan dan risiko kerugian.
S
Scalping
Strategi trading jangka sangat pendek dengan target keuntungan kecil.
Sell
Posisi jual dengan harapan harga turun.
Short Position
Posisi jual untuk memperoleh keuntungan saat harga menurun.
Spread
Selisih antara harga beli dan harga jual.
Stop Loss (SL)
Fitur yang menutup posisi secara otomatis ketika kerugian mencapai batas tertentu.
Support
Area harga yang sering menjadi penahan penurunan.
Swap
Biaya atau bunga yang dikenakan ketika posisi dibiarkan menginap.
T
Take Profit (TP)
Target keuntungan yang membuat posisi tertutup otomatis ketika harga mencapainya.
Technical Analysis
Metode analisis menggunakan grafik dan indikator untuk memperkirakan arah harga.
Trend
Arah utama pergerakan harga, baik naik, turun, maupun bergerak mendatar.
U
Uptrend
Kondisi ketika harga bergerak naik secara konsisten.
V
Volatility
Tingkat cepat atau lambatnya perubahan harga.
Volume
Jumlah transaksi yang terjadi dalam periode tertentu.
W
Whipsaw
Pergerakan harga yang berubah arah dengan cepat sehingga sering mengecoh trader.
X
XAGUSD
Kode perdagangan perak terhadap dolar Amerika Serikat.
XAUUSD
Kode perdagangan emas terhadap dolar Amerika Serikat.
Y
Yield
Tingkat hasil atau keuntungan dari suatu investasi.
Z
Zero Spread
Kondisi ketika selisih harga beli dan jual sangat kecil atau bahkan nol.
Zone
Area penting pada grafik yang sering menjadi titik pembalikan atau kelanjutan tren.
Kesimpulan
Memahami istilah trading adalah fondasi penting sebelum mulai bertransaksi di pasar keuangan. Dengan menguasai kamus trading A–Z ini, Anda akan lebih mudah mengikuti materi edukasi, membaca analisis teknikal maupun fundamental, serta mengambil keputusan trading dengan lebih percaya diri. Jadikan daftar istilah ini sebagai referensi setiap kali menemukan kosakata baru dalam dunia trading agar proses belajar menjadi lebih cepat dan terarah.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi