Apa Itu Trading Forex? Kenali Cara Kerja Pasangan Mata Uang dan Cara Mendapatkan Keuntungan
Apa Itu Trading Forex?
Forex merupakan singkatan dari foreign exchange atau valuta asing (valas), yaitu aktivitas pertukaran satu mata uang dengan mata uang lainnya. Dalam perdagangan internasional, valas digunakan untuk berbagai kebutuhan pembayaran antarnegara. Namun, di dunia investasi, forex juga menjadi salah satu pasar keuangan yang banyak dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan dari perubahan nilai tukar mata uang.
Secara sederhana, trading forex adalah aktivitas membeli satu mata uang sekaligus menjual mata uang lainnya untuk memanfaatkan perubahan nilai tukar. Transaksi tersebut selalu melibatkan dua mata uang yang disebut currency pair atau pasangan mata uang. Misalnya, pada USD/JPY di level 100, artinya 1 dolar AS bernilai 100 yen Jepang berdasarkan kuotasi tersebut. Dalam praktiknya, harga transaksi dapat dipengaruhi oleh spread, biaya transaksi, dan kondisi pasar.
Mengenal Currency Pair dalam Forex
Berbeda dengan saham yang biasanya mengukur harga satu aset terhadap mata uang tertentu, forex selalu memperdagangkan dua mata uang secara berpasangan. Pasangan tersebut terdiri dari base currency di posisi pertama dan quote currency di posisi kedua.

Beberapa pasangan mata uang yang populer antara lain EUR/USD, USD/CAD, AUD/JPY, dan EUR/GBP. Ketika trader membeli EUR/USD, misalnya, berarti trader membeli euro sekaligus menjual dolar AS. Sebaliknya, ketika menjual EUR/USD, trader menjual euro dan membeli dolar AS.
Harga currency pair menunjukkan berapa banyak mata uang kedua yang dibutuhkan untuk membeli satu unit mata uang pertama. Jika EUR/USD berada di 1,1000, berarti 1 euro setara dengan 1,10 dolar AS. Ketika EUR/USD naik, secara relatif euro menguat terhadap dolar AS. Sebaliknya, ketika EUR/USD turun, euro melemah terhadap dolar AS.
Mengapa Dolar AS Sangat Penting di Pasar Forex?
Dolar AS memiliki peran besar dalam pasar valuta asing karena menjadi mata uang utama dalam perdagangan dan sistem keuangan global. Banyak pasangan mata uang populer melibatkan USD, seperti EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, dan USD/CAD.
Hubungan antar-currency pair juga memungkinkan nilai tukar silang (cross rate) dihitung dari pasangan mata uang lainnya. Sebagai contoh, jika EUR/USD berada di 1,50 dan GBP/USD berada di 1,20, maka secara sederhana EUR/GBP dapat dihitung dengan membagi 1,50 dengan 1,20, sehingga menghasilkan sekitar 1,25. Artinya, 1 euro bernilai sekitar 1,25 poundsterling berdasarkan nilai tukar tersebut.
Namun, dalam kondisi pasar nyata, harga tidak selalu bergerak secara matematis sempurna karena adanya bid-ask spread, likuiditas, biaya transaksi, serta perbedaan harga antarpenyedia likuiditas. Perbedaan harga yang muncul dapat dimanfaatkan melalui mekanisme arbitrase hingga kembali mendekati keseimbangan pasar.
Trading Forex Adalah Perdagangan Nilai Relatif
Hal penting yang perlu dipahami pemula adalah bahwa forex tidak mengukur nilai suatu mata uang secara absolut. Forex mengukur kekuatan satu mata uang relatif terhadap mata uang lainnya.
Ketika USD/JPY naik, misalnya, hal tersebut berarti dolar AS menguat terhadap yen Jepang atau yen melemah terhadap dolar AS. Namun, pergerakan tersebut tidak selalu berarti dolar AS menguat terhadap seluruh mata uang. Setiap pasangan memiliki dinamika tersendiri yang dipengaruhi oleh suku bunga, inflasi, kebijakan bank sentral, pertumbuhan ekonomi, data ekonomi, hingga sentimen pasar.
Karena itu, seorang trader forex perlu melihat kedua mata uang yang berada dalam satu pasangan, bukan hanya berfokus pada satu mata uang saja.
Bagaimana Trader Forex Mendapatkan Keuntungan?
Dalam trading forex, keuntungan atau kerugian berasal dari perubahan harga currency pair. Trader dapat mengambil posisi buy ketika memperkirakan harga akan naik atau sell ketika memperkirakan harga akan turun.
Contohnya, seorang trader membeli EUR/USD pada 1,1000 karena memperkirakan euro akan menguat terhadap dolar AS. Jika harga kemudian naik menjadi 1,1100 dan posisi ditutup, trader berpotensi memperoleh keuntungan dari selisih harga tersebut. Sebaliknya, jika harga bergerak turun, posisi tersebut dapat mengalami kerugian.
Inilah yang membuat forex menarik sekaligus memiliki risiko tinggi. Pergerakan harga dapat berlangsung cepat sehingga trader perlu memahami analisis pasar, manajemen risiko, ukuran posisi, leverage, dan penggunaan stop loss sebelum melakukan transaksi.
Pada akhirnya, trading forex bukan sekadar aktivitas membeli dan menjual mata uang. Forex merupakan perdagangan atas pergerakan nilai relatif dua mata uang. Dengan memahami cara kerja currency pair, faktor yang memengaruhi nilai tukar, serta risiko yang menyertainya, trader dapat memiliki dasar yang lebih kuat sebelum menentukan strategi dan mengambil keputusan di pasar.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi