Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah ke sekitar US$90,80 per barel pada perdagangan Asia, Kamis (24/09), setelah mencatat kenaikan moderat sehari sebelumnya. Pergerakan tersebut terjadi di tengah ketidakpastian terkait perkembangan pembicaraan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, sehingga membuka peluang bagi harga minyak untuk kembali menguat apabila ketegangan geopolitik meningkat.
Sentimen pasokan kembali menjadi perhatian setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran tidak akan tunduk pada ancaman serta tetap mempertahankan haknya mengembangkan teknologi nuklir. Iran juga menyatakan akan membatasi kebebasan pelayaran di Selat Hormuz selama sanksi dan blokade AS masih berlangsung. Di sisi lain, AS berupaya menjaga pasokan energi domestik dengan mendorong perusahaan kilang mengurangi ekspor solar secara sukarela, sementara Arab Saudi bersiap melanjutkan pengiriman minyak melalui jaringan pipa East-West.
Pelaku pasar kini menyikapi peluang kesepakatan dengan penuh kehati-hatian. Sejumlah ahli strategi perbankan menilai pasar masih skeptis terhadap kabar perdamaian sebelum terdapat kesepakatan yang benar-benar konkret. Besarnya posisi spekulatif membuat harga WTI semakin sensitif terhadap berita harian, sehingga arah pergerakan berikutnya berpotensi ditentukan oleh perubahan sentimen geopolitik dan prospek pasokan energi global.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak mentah WTI (USOIL) pada grafik 1 jam menunjukkan potensi pembalikan arah setelah berhasil menembus garis tren penurunan (downward trendline) dan membentuk pola Change of Character (CHoCH). Meskipun saat ini sedang mengalami fase koreksi teknis, pergerakan ini tertahan di atas zona support kunci 88.22. Area koreksi ideal di kisaran Fibonacci 61.8% hingga 78.6% (89.12 – 90.33) dapat dimanfaatkan pelaku pasar sebagai pijakan awal sebelum harga melanjutkan dorongan naik.
Jika pertahanan support tersebut tetap kokoh, peluang rebound akan terbuka lebar menuju Target 1 di level 92.45. Akselerasi kenaikan lebih lanjut berpotensi menembus Target 2 di area 93.60 seiring tingginya sentimen ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Namun, skenario bullish ini menjadi batal jika pergerakan turun menembus level invalidasi support di 88.22.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi