Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak di sekitar US$88,55 per barel pada awal perdagangan Asia, Kamis (08/10). Penguatan moderat terjadi setelah persediaan minyak mentah Amerika Serikat secara tak terduga turun pada pekan lalu, memberikan sinyal bahwa permintaan dan penyerapan pasokan masih cukup kuat.
Berdasarkan data Energy Information Administration (EIA), stok minyak mentah AS untuk pekan yang berakhir 2 Oktober menyusut 3,186 juta barel, berbanding kenaikan 922.000 barel sebelumnya. Hasil tersebut jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan penambahan sekitar 1,9 juta barel. Meski demikian, rencana International Energy Agency (IEA) untuk mempercepat pelepasan cadangan strategis berpotensi membatasi ruang kenaikan WTI.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik Timur Tengah kembali menjadi perhatian pasar setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan terbaru ke Arab Saudi. Koalisi pimpinan Arab Saudi merespons dengan menyerang lebih dari 80 lokasi militer Houthi di sejumlah wilayah Yaman. Jika eskalasi berlanjut dan mengganggu jalur pasokan energi, risiko terhadap distribusi minyak global dapat meningkat sehingga membuka peluang bagi WTI untuk melanjutkan penguatan.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis Teknikal USOILSPOT 1 Jam: Potensi Rebound Minyak Mentah WTI ke Level Resistansi
Grafik harga minyak mentah WTI (USOILSPOT) pada kerangka waktu 1 jam mengindikasikan peluang penguatan pasca-konfirmasi struktur Change of Character (CHoCH). Aset komoditas ini diproyeksikan mengalami penurunan terbatas menuju Area Koreksi di kisaran 88,282 untuk menguji fondasi pembeli. Pijakan tersebut menjadi momentum krusial guna memicu dorongan naik lanjutan, dengan pembatasan risiko yang terjaga ketat selama grafik bertahan di atas batas Invalidasi Support pada level 87,432.
Apabila skenario bullish ini terealisasi sesuai ekspektasi pasar, target kenaikan awal berpotensi menguji Target 1 di posisi 89,676. Akselerasi minat beli yang konsisten berpeluang mengantarkan pergerakan menuju sasaran berikutnya pada Target 2 di area 90,267. Penataan strategi buy on dip di wilayah koreksi tersebut menyajikan rasio risk-to-reward yang sangat ideal bagi para pelaku pasar harian.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi