Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di atas level 102 pada perdagangan Kamis (08/10), dekat posisi terkuat sejak April 2025. Penguatan ini didukung risalah rapat FOMC September yang menunjukkan sikap hawkish para pejabat Federal Reserve di tengah risiko inflasi yang masih tinggi.
Risalah tersebut mengungkapkan seluruh 19 pejabat mendukung kenaikan suku bunga pada September, sementara mayoritas menilai kenaikan tambahan masih diperlukan hingga akhir tahun. Pasar kini memperkirakan The Fed mempertahankan kebijakan bulan ini, dengan peluang kenaikan suku bunga pada Desember berada di sekitar 66%.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada data klaim pengangguran mingguan AS untuk melihat kondisi pasar tenaga kerja. Dolar juga mendapat dukungan dari permintaan aset safe haven akibat meningkatnya ketegangan AS-Iran dan risiko gangguan aliran minyak Timur Tengah, yang berpotensi menjaga harga energi serta tekanan inflasi tetap tinggi.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis Teknikal DXY: Peluang Bullish Continuum Menuju Area 102.378
Indeks Dolar AS (DXY) kerangka waktu 1 jam menunjukkan struktur pergerakan harga yang menarik setelah berhasil membentuk pola perubahan tren (Change of Character / CHoCH). Tren kenaikan berpotensi berlanjut setelah fase koreksi sehat menguji area rasio emas Fibonacci 61,8% pada level 101.704 yang berdekatan dengan Demand Zone. Penurunan harga ke zona koreksi ini membuka peluang re-entry beli bagi para pelaku pasar untuk memanfaatkan momentum daya dorong pembeli.
Target kenaikan utama memproyeksikan resistansi awal di Weak High 102.172 sebagai sasaran pertama. Jika tekanan pembeli berlanjut melampaui puncak tersebut, proyeksi Fibonacci Extension mengarahkan pergerakan DXY menuju target kedua di kisaran 102.378. Skenario bullish ini tetap berlaku selama pergerakan harga berada di atas level validasi support kunci 101.414.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi