Harga minyak mentah WTI bergerak stabil di sekitar US$91,75 per barel pada awal sesi Asia Jumat (02/10) setelah mencatat kenaikan selama dua hari berturut-turut. Pergerakan pasar minyak cenderung tertahan ketika pelaku pasar mencermati rencana Amerika Serikat yang berpotensi menambah kekuatan militer di kawasan Timur Tengah.
Laporan The Wall Street Journal menyebut Pentagon dapat mengirim kelompok serang kapal induk ketiga beserta sekitar 10.000 personel ke Teluk Persia. Pernyataan Donald Trump bahwa peningkatan serangan militer terhadap Iran “mungkin” terjadi setelah pemilu sela November turut meningkatkan perhatian terhadap potensi gangguan pasokan minyak.
Di sisi lain, membaiknya arus minyak dari kawasan Timur Tengah menjadi penahan kenaikan harga WTI. Namun, persediaan yang relatif rendah setelah periode penurunan panjang membuat pasar tetap rentan terhadap gejolak baru. Risiko respons Iran terhadap peningkatan aktivitas militer AS juga menjadi faktor yang dapat memicu volatilitas minyak dalam perdagangan berikutnya.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga USOILSPOT (WTI) grafik 30 menit menunjukkan sinyal bullish yang cukup signifikan setelah berhasil menembus area resisten melalui struktur Break of Structure. Saat ini, grafik bergerak dalam fase koreksi sehat menuju zona Golden Ratio Fibonacci sekitar level 91.388. Area tersebut berpotensi menjadi titik pantul yang ideal bagi para trader untuk memanfaatkan peluang pembelian kembali, selama pergerakan tidak menembus batas bawah Invalidasi Support di kisaran 90.622.
Apabila momentum kenaikan kembali berlanjut dari area support tersebut, pergerakan diperkirakan akan melaju mengejar target kenaikan berikutnya. Sasaran pertama (Target 1) berada di kisaran 93.173, dan jika dorongan pembeli cukup kuat, harga berpotensi berlanjut hingga menuju Target 2 di level 93.867. Strategi ini menawarkan rasio risk-to-reward yang menarik dengan skenario pembatasan risiko yang sangat terukur.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi