HomeMarket NewsMinyak WTI Menggila, Krisis Selat Hormuz Picu Ancaman Pasokan

Harga minyak mentah dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak ke atas US$97 per barel pada Jumat (16/10) dan berpotensi mencatat kenaikan lebih dari 6% sepanjang pekan ini. Penguatan tersebut dipicu kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah setelah sebuah kapal kontainer berbendera Singapura tenggelam di Selat Hormuz akibat proyektil Iran. Situasi ini meningkatkan ketidakpastian distribusi minyak global dan mendorong tarif pengiriman kapal tanker ke level tertinggi sepanjang sejarah.

Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman turut memperbesar risiko gangguan pasokan energi. Di sisi lain, Badan Energi Internasional (IEA) menyetujui pelepasan sisa 100 juta barel minyak dari program intervensi bersama yang dimulai pada Maret. Langkah tersebut diharapkan membantu menjaga ketersediaan minyak di tengah meningkatnya ancaman terhadap jalur distribusi utama dunia.

Dari Amerika Serikat, data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah turun 8,6 juta barel pada pekan lalu, menjadi penurunan terbesar sejak Februari. Kondisi ini memperkuat sentimen positif terhadap harga WTI, yang juga berpeluang mengungguli Brent berkat biaya pengiriman minyak AS yang lebih rendah. Ke depan, pergerakan harga minyak akan dipengaruhi perkembangan konflik di Timur Tengah, kelancaran distribusi, serta keseimbangan pasokan dan permintaan global.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisis Teknikal USOIL: Peluang Rebound Minyak Mentah Menuju Target 97.86

Grafik USOILSPOT pada kerangka waktu satu jam memperlihatkan pergerakan harga yang sedang mengalami fase penurunan sehat menuju area koreksi. Pijakan krusial berada di sekitar level Fibonacci 50.0% pada kisaran 94.578, yang berpotensi menjadi titik balik kuat bagi pembeli untuk mengembalikan momentum penguatan komoditas energi ini.

Skenario bullish ini menyarankan opsi pembelian saat komoditas mendekati zona pantulan dengan menempatkan batas risiko di atas level invalidasi support 92.452. Jika pergerakan naik terkonfirmasi, sasaran profit pertama memproyeksikan area 96.704 dan diperkirakan berlanjut hingga menguji resistensi berikutnya di kisaran 97.860.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze