Harga minyak mentah turun di bawah US$91 per barel pada Jumat (09/10), memangkas sebagian kenaikan sesi sebelumnya. Tekanan datang setelah Presiden AS Donald Trump menyebut Washington tengah melakukan pembicaraan produktif dengan Iran dan tidak akan menyerang negara tersebut sebelum pemilu paruh waktu. Pernyataan itu meredakan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.
Namun, risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. Laporan terbaru menyebut AS telah menyiapkan rencana serangan selama tiga hari yang menyasar persediaan drone dan rudal, infrastruktur energi, serta sejumlah lokasi strategis di Iran. Situasi ini membuat pergerakan harga minyak tetap rentan terhadap perubahan sentimen secara tiba-tiba.
Di sisi lain, gangguan pasokan turut menjadi perhatian setelah sekitar 1,3 juta barel per hari produksi minyak lepas pantai di Teluk Meksiko dihentikan akibat ancaman Badai Isaias. Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak 5,6% ketika serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz meningkat. Kombinasi risiko geopolitik dan potensi gangguan produksi membuat prospek harga minyak tetap bergejolak.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis Teknikal Minyak WTI (USOIL): Momentum Bearish Terbuka Menuju Area Target 88.00
Pergerakan harga Minyak Mentah WTI (USOIL) pada grafik 30 menit menunjukkan tanda-tanda kelelahan dari tren naik sebelumnya. Setelah mencapai titik Weak High, harga gagal melanjutkan penguatan dan justru mencetak pola Break of Structure (BOS) ke arah bawah, menandakan pergeseran momentum menjadi bearish. Skenario perdagangan yang ideal saat ini adalah menunggu harga melakukan retrace atau koreksi naik menuju zona pasokan (supply area) di sekitar level 90.482, yang bertepatan dengan garis Area Koreksi pada grafik. Zona ini dapat menjadi titik masuk posisi jual (sell) yang strategis untuk memanfaatkan kelanjutan penurunan.
Jika harga berhasil tertahan di area koreksi tersebut, penurunan diproyeksikan akan berlanjut menuju target utama di Area Target antara level 88.696 hingga 87.921. Untuk mengelola risiko dengan disiplin, penempatan stop loss harus diletakkan di atas level Invalidasi Resistance di 91.619. Penembusan di atas level invalidasi tersebut akan membatalkan skenario penurunan ini dan berpotensi memicu reli naik kembali. Para trader disarankan untuk memperhatikan konfirmasi aksi harga (price action) di zona koreksi sebelum mengambil keputusan.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi