Harga perak menguat ke kisaran US$57,60 per troy ons pada perdagangan sesi Asia, Senin (19/10), setelah mengalami pelemahan sehari sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Oktober, sehingga memberikan sentimen positif bagi logam mulia.
Perubahan prospek kebijakan moneter terjadi setelah Ketua The Fed, Kevin Warsh, menyampaikan bahwa keputusan suku bunga masih terbuka dan belum dapat dipastikan. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober mencapai 83,9%, meningkat tajam dibandingkan 49% sebulan sebelumnya. Prospek suku bunga yang stabil dapat mendukung daya tarik perak sebagai aset investasi.

Selain itu, meningkatnya permintaan aset safe haven turut menopang harga perak di tengah gejolak pasar saham, terutama pada sektor kecerdasan buatan (AI). Kekhawatiran investor terhadap saham perusahaan teknologi dan obligasi pusat data mendorong aksi jual yang lebih luas, sekaligus menekan imbal hasil obligasi. Kondisi ini berpotensi memperkuat minat terhadap logam mulia, meskipun pergerakan perak selanjutnya masih dipengaruhi perkembangan kebijakan The Fed dan sentimen pasar global.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis Teknikal XAGUSD: Peluang Rebound Perak dari Area Koreksi
Pergerakan XAGUSD pada grafik 30 menit mengindikasikan potensi penguatan setelah menyelesaikan fase penurunan singkat menuju zona support. Titik acuan entry berada di sekitar level 57,358, tempat pembeli diperkirakan akan kembali mendominasi pasar untuk memicu pemantulan bullish. Skenario ini menawarkan ruang transaksi yang menarik selama momentum pergerakan positif tetap terjaga.
Jika pergerakan berhasil melaju naik sesuai proyeksi, target kenaikan pertama membidik level 57,955, disusul sasaran kedua pada kisaran 58,311. Namun, pelaku pasar perlu mewaspadai penembusan di bawah batas invalidasi 57,034 yang menjadi penanda kegagalan struktur harga saat ini.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi