Harga emas kembali tertekan pada perdagangan Rabu (07/10) dan turun di bawah US$4.150 per troy ons. Pelemahan ini terjadi setelah kenaikan pada sesi sebelumnya, ketika rebound harga minyak akibat meningkatnya risiko pasokan di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran inflasi serta prospek suku bunga tinggi.
Ketegangan di kawasan semakin menjadi perhatian setelah Iran meningkatkan serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz, sementara pasukan Arab Saudi masih terlibat konflik dengan kelompok Houthi. Di sisi lain, imbal hasil Treasury AS bertahan di level tinggi seiring kekhawatiran terhadap inflasi yang sulit mereda, risiko fiskal, serta meningkatnya penerbitan utang terkait industri kecerdasan buatan.
Pasar kini memperkirakan hampir 80% peluang The Fed mempertahankan suku bunga bulan ini setelah pertumbuhan lapangan kerja AS pada September berada di bawah ekspektasi. Investor selanjutnya menunggu risalah pertemuan terbaru The Fed untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter dan peluang pergerakan harga emas berikutnya.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis Teknikal XAU/USD: Peluang Sell On Rally Menuju Target 4.113
Grafik pergerakan harga XAU/USD pada timeframe M30 mengindikasikan potensi koreksi naik sementara menuju Area Koreksi di tingkat 4.165.613. Proyeksi struktur pasar menunjukkan momentum bearish yang cukup dominan, di mana pembalikan arah dari zona resistansi tersebut berpeluang membawa harga meluncur turun guna menguji tingkat dukungan terdekat.
Para pelaku pasar dapat memanfaatkan momentum ini dengan memperhitungkan sasaran penurunan awal di Target 1 (4.125.438) dan potensi penurunan lanjutan hingga Target 2 (4.113.368). Kendati demikian, penembusan di atas level Invalidasi Resistance pada 4.184.432 akan membatalkan skenario skema bearish ini dan berpotensi memicu reli penguatan baru.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi