Harga emas mengalami penurunan signifikan lebih dari 1% hingga berada di bawah $4.800 per ons pada awal pekan (20/04). Koreksi ini terjadi setelah logam mulia sempat menguat pada minggu sebelumnya. Pemicu utama pelemahan adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang mendorong lonjakan tajam harga minyak, sehingga memicu kekhawatiran inflasi global.
Eskalasi konflik semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman karena tidak mengindahkan peringatan. Di sisi lain, Iran merespons dengan menargetkan kapal-kapal dan kembali menguasai Selat Hormuz, menilai blokade AS sebagai pelanggaran kesepakatan gencatan senjata. Situasi ini memperburuk ketidakpastian pasar energi dan meningkatkan risiko gangguan pasokan global.
Lonjakan harga energi akibat konflik berkepanjangan menciptakan tekanan inflasi yang lebih tinggi dan membuka peluang kenaikan suku bunga oleh bank sentral. Kondisi tersebut cenderung menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Sejak awal konflik, harga emas tercatat telah turun hampir 10%, mencerminkan perubahan sentimen investor di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik yang terus berkembang.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 30 menit menunjukkan tekanan turun masih dominan setelah gagal mempertahankan area puncak. Harga membentuk struktur lower high dan sempat terjadi penolakan kuat di sekitar zona supply, menandakan minat jual masih besar. Saat ini, harga bergerak di bawah area keseimbangan dengan reaksi di sekitar level Fibonacci 38.2% hingga 61.8%, yang menjadi area krusial untuk menentukan arah selanjutnya.
Skenario teknikal mengindikasikan potensi pullback ke zona buy di kisaran 4.766–4.784 sebelum melanjutkan kenaikan menuju target 4.814 hingga 4.835 jika ada konfirmasi pembalikan. Namun, jika tekanan jual kembali meningkat dan harga menembus area support kuat di sekitar 4.736, maka peluang penurunan lanjutan semakin terbuka. Trader disarankan menunggu konfirmasi price action untuk meminimalkan risiko di tengah volatilitas tinggi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.